Malam Ini FKN Bima Siap Dihelat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Semua kebutuhan pelaksanaan Festival Keranton Nusantara (FKN) Bima ke IX kini sudah disiapkan. Peserta dan undangan pun berdatangan, Panitia pelaksana kegiatan memastikan, Festival siap dihelat dan dibuka.

Museum ASI Bima, tempat dilaksanakannya FKN Bima. Foto: Bin

Museum ASI Bima, tempat dilaksanakannya FKN Bima. Foto: Bin

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bima, Drs. Syafrudin mengakui, sejak sehari sebelum kegiatan, persiapan sudah mulai rampung, hanya melengkapi sejumlah kekurangan dibeberapa bagian saja.

Kata dia, seperti yang terlihat, stan dihalaman Museum ASI sudah dibangun sebanyak 50 unit. Stan bantuan dari Diskoperindag Kota Bima itu akan ditempati untuk memamerkan ekonomi kreatif masyarakat, kerajinan dan hasil alam dari seluruh keraton yang hadir.

Persiapan FKN Bima. Foto: Bin

Persiapan FKN Bima. Foto: Bin

“Stan ini juga akan diisi oleh berbagai instansi di Kota maupun Kabupaten Bima, BUMN, BUMD. Sementara khusus benda bersejarah milik masing – masing Keraton, dipamerkan didalam Museum ASI, stan yang khusus,” ujarnya, Sabtu (6/9).

Lalu Panitia FKN, Dewi Ratna Muchlisa, M.Hum mengaku, untuk tamu yang sudah hadir di Bima, sudah cukup banyak, hanya belum dipastikan jumlahnya berapa. Seperti Empat Keraton di Cirebon, hadir bersama Walikota dan Kepala Dinas. Bali seperti Puri Denpasar, Puri Karang Asem, Puri Majapahit.

Kemudian dari Keraton Demak Banten, Keraton Surakarta, Jogja, yang hadir adiknya Sri Sultan Hamengkubuwono, dari Makassar ada tiga Kerajaan, seperti Goa, Bacan, Pindrang. Utaringin dari Sumatra, Luwu.

“Kemudian dari luar negeri, yang baru hadir dari Italia dan Filipina. Mereka sudah mengisi Hotel Hotel yang sudah disediakan panitia,” katanya.

Dewi menambahkan, pembukaan acara FKN di Istana Kesultanan Bima
dimulai dengan kegiatan Welcome Dinner pukul 18. 00 – 18. 30 Wita. Raja dan Sultan yang datang menuju Museum Asi Mbojo, disambut dengan iringan musik tradisional Bima, seperti Tari Wura Bongi Monca dari Sanggar SeniBudaya “Samparaja” dan Tari Mpa’a Sampari.

*Erde

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *