AIPD Adakan Pendampingan Kesehatan dan Pendidikan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (Depatment of Foreign Affairs and Trade), AIPD dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB) Malang melakukan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan bidang kesehatan dan bidang pendidikan.

Pendampingan Kesehatan dan Pendidikan yang digelar AIPDA. Foto: Hum

Pendampingan Kesehatan dan Pendidikan yang digelar AIPDA. Foto: Hum

Kabag Humas dan Protokol Setda M. Chandra Kusuma, AP, melalui rilisnya itu mengatakan, acara yang dikemas dalam Sosialisasi SOP unit Layanan Kabupaten Bima tersebut menghadirkan dua SKPD pelaksana, pada hari I Senin (15/9) Dilakukan pendampingan SOP bidang kesehatan yang menghadirkan 30 peserta dari Dikes, Puskesmas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan LSM Solud. Selanjutnya pada hari kedua, Selasa (16/9) dilakukan pendampingan penyusunan SOP pelayanan bidang pendidikan.

Sosialisasi tersebut, lanjutnya diikuti 30 peserta yang berasal dari kepala SD, SMP, SMA, UPT Dikpora Kecamatan dan Dewan Kendidikan, Pemerhati pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan LSM Solud. Selama dua hari, penyusunan SOP difasilitasi Konsultan Individu LPPM UB M. Sugandi dan Assistriadi Widjiseno

Salah satu fasilitasi bidang pendidikan adalah penyusunan dokumen SOP Penyaluran dana BOS dan SOP Penyelenggara layanan Penyaluran Beasiswa Miskin (BSM). SOP ini ditujukan sebagai panduan bagi seluruh unsur penyelenggara layanan Penyaluran Dana BOS.

Meliputi pembina, penanggung jawab, pelaksana, pengawas internal, pengawas eksternal dan masyarakat  maupun penduduk sebagai kelompok, maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pada pengantar penutupan, Fasilitator Kabupaten Bima AIPD Australia Umar SH mengatakan, dirinya merasa bangga sebab, hingga pada tahap terakhir, pendampingan berjalan lancar dan luar biasa bidang kesehatan dan pendidikan. AIPD hanya mengambil  dua bidang karena sangat krusial dan berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak serta harus terus didorong.

Inilah yang menjadi alasan untuk membenahi menjadi satu sisi yang benar-benar dilihat dan diawasi oleh siapapun. Namun ini tidak berarti bidang lainnya tidak penting. Kemajuan Bima dan kualitas SDM kedepan tergantung dua bidang tersebut.

“Inilah yang jadi fokus AIPD untuk membantu  sektor pendidikan dan kesehatan di kabupaten Bima,” kata Umar.

Mengingat pentingnya SOP itu, AIPD telah memfasilitasi pembahasan dalam lima pertemuan terpisah, sebab ini merupakan instrumen yang digunakan guru sebagai pelaksana di lapangaan.

Seperti bidang kesehatan, sekolah terbuka kemungkinan Malpraktek pendidikan. Jangan sampai dalam penyelenggaraan pendidikan tidak ada perangkat SOP sebagai pengatur sistem kerja. Bila ada SOP yang jelas, maka pelayanan di sekolah maupun kesehatan akan dapat dipertanggungjawabkan.

Diharapkannya pula, SOP jangan tidak hanya menjadi dokumen,  tantangannya ada pada tahap implementasi.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *