Diduga 10 Orang Brimob Aniaya Guru

Kota Bima, Kahaba.- Dipicu persoalan sepele, diduga 10 orang anggota Brimob Bima menganiaya seorang guru honor, Suhardiansyah, S. Pd (35), Jum’at (26/9). Malam itu korban pun dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Dara Kecamatan Rasa Na’E Barat dengan wajah babak belur.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut cerita Suhardiansyah di Puskesmas Dara, malam itu sekitar pukul 20.30 WITA, ia hendak ke Amahami. Tiba disebelah timur Terminal Dara, tiba-tiba Motor Tiger yang dikendarainya tersebut ngadat. Karena menduga minyak motor habis, iapun tancap gas agar bisa sampai di SPBU Amahami.

”Memang saat itu saya buru-buru, dan dibelakang motor saya ada tiga orang anggota Brimob dan sejumlah pengendara lain melalui jalan yang sama,” ujarnya.

Tiba di SPBU Amahami dan isi bahan bakar minyak, pria yang biasa dipanggil Gingseng itu kemudian kembali menuju arah Timur. Sekitar 10 Meter dari SPBU, ia dihadang sejumlah oknum Brimob. “Saat itu saya tidak menghiraukan mereka. Lalu saya dikejar lima unit motor, satu motor ditumpangi dua orang,” sebutnya.

Karena ingin menyelamatkan diri Polsek Rasanae Barat, ia pun berusaha mempercepat laju kendaraan. Tapi, salah satu dari oknum Brimob itu menendang motornya dan terjatuh. Saat itu juga ia dikeroyok dan dianiaya.

“Setelahnya saya tidak sadarkan diri. Siapa yang membawa ke Puskesmas Dara pun, sama sekali saya tidak tahu,” jelasnya.

Gingseng menduga, oknum anggota Brimob menganiaya dirinya karena tersinggung saat ia melaju kencang menuju SPBU Amahami. “Saat saya melaju kencang memang banyak debu, dan mereka ada ada dibelakang saya,” duganya.

Dia sangat yakin jika yang membuatnya babak belur itu oknum Anggota Brimob Bima. ”Saya memang tidak tahu nama mereka, tapi jika disuruh untuk menunjuk satu-satu oknum itu, saya pasti kenal semua,” tegasnya.

Perawat Puskesmas Dara, Nurahmi mengaku korban mengalami luka robek pelipis kanan dengan panjang 3×2, dalam 1×1 cm. Sedangkan luka robek pada hidung bagian kiri bawah, 2×1 cm. Selain itu korban juga mengalami luka memar muka dan sekujur tubuhnya. “Diduga luka ini akibat terkena benda tumpul,” jelasnya singkat.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal AKP. Wendi Oktariansyah, SH SIk mengaku telah menerima laporan korban pengeroyokan itu. Namun pihaknya belum bisa mengatakan pelakunya anggota Brimob Bima.

“Kalau korban mengaku yang mengeroyoknya oknum berambut cepak, belum tentu itu anggota Brimob. Karena masyarakat juga bisa mencukur model aparat. Tapi kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku,” janjinya.

Malam itu juga, sekitar pukul 22.33 WITA, usai melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Bima Kota. Korban serta belasan warga mendatangi Markas Komando (Mako) Brimob Bima.

Terlihat, puluhan Anggota Brimob dikumpulkan depan Kantornya. Media pun tidak tidak diperbolehkan masuk.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *