Kapolres Bima Dituding Terlibat Jaringan Narkoba

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sikap aparat Kepolisian Resort Bima Kabupaten yang terkesan membiarkan perdagangan Narkoba, memantik ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Bima, menggelar aksi demonstrasi. (Baca. Diduga Aparat Backing Narkoba, GRANAT Ngadu ke Dewan)

Aksi GRANAT saat menyorot narkoba yang merajalela. Foto: Teta

Aksi GRANAT saat menyorot narkoba yang merajalela. Foto: Teta

Dalam aksinya didepan Kapolsek Woha, Rabu (3/12), massa bahkan menuding Kapolres Bima Kabupaten terlibat dalam jaringan narkoba di Kecamatan Woha.

Korlap Granat Azhar, SE dalam orasinya mengatakan, merajalelanya jaringan dan bandar narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten selama ini, karena Polisi yang berada dibelakang dan melindunginya.

“Dugaan itu muncul, karena selama ini Polisi hanya berdiam diri tanpa berbuat apa-apa atas laporan kami,” tudingnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya pernah memberikan data-data lengkap jaringan Narkoba. Namun Polisi masih belum bertindak.

“Data itu kami berikan agar Polisi segera mengungkap dan menangkap, namun kenyataannya bandar narkoba masih berkeliaran,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, bandar narkoba yang harus segera diringkus seperti empat orang di Desa Tente, satu orang di Desa Nisa dan satu orang di Desa Naru.

Sementara itu, Wakapolre Bima Kabupate. Kompol Abdul Muchfid berjanji pada massa dalam waktu tiga hari ke depan, pihaknya akan bekerja dan mengungkap kasus jaringan narkoba.
“Untuk keterlibatan Polisi pada masalah ini, kami akan segera cari tau. Bila terbukti, kita akan tindak tegas sesuai aturan,” janjinya.

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP. IGPG. Ekawana Prasta SIK saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya justru mendukung narkoba diberantas. Bila ada anggotanya yang terlibat, maka ia akan merekomendasikan ke Polda NTB agar dipecat.

“Saya sudah ingatkan Kasat Narkoba untuk berantas segala jenis narkoba, tanpa pandng bulu,” tegasnya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *