Terdakwa Kasus Air Bersih Terancam Bui 20 Tahun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus dugaan korupsi air bersih BPBD Kabupaten Bima ditaksir menelan kerugian Negara sebesar ratusan juta rupiah. Tiga terdakwa yang diseret pun diancam hukuman penjara selama 20 Tahun. (Baca. Proyek Air Bersih Bermasalah, Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka)

Ilustrasi

Ilustrasi

Plt Kasi Pidsus Kejari Raba Bima Reza Safetsila, SH mengatakan, atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh tiga terdakwa, negara mengalami kerugian sebesar Rp224 juta. (Baca. Sulhan, Iriyanto dan Jaharudin Ditahan)

Sehingga didakwa dengan Pasal 2,3 undang undang No 31 Tahun 1999 tentang pemerantasan korupsi, Jo Undang-Undang No 21 Tahun 2001 tentang perubahan Undang Undang Tahun 1999. “Ketiganya diancam kurungan maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya. (Baca. Penahanan Sulhan Dkk Dilimpahkan ke Mataram)

Modus operandi yang diperankan tiga terdakwa, jelasnya, menandatangi MoU pembelian air bersih ke PDAM, oleh BPBD untuk didistribusikan air bersih kewilayah Kabupaten Bima dengan nilai Rp 337 juta. Namun dalam pengerjaanya hanya dikerjakan senilai Rp 87 juta.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *