Andi Syahri Diminta Hengkang Dari Kota Bima

Kota Bma, Kahaba.- Sekitar 10 Ormas menggelar aksi di depan kantor Mapolres Bima Kota, Kamis (26/2). Mereka mendesak agar Kapolres Bima Kota AKBP. Andi Syahri, SH M. Hum segera pergi dari Bima, karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

10 Ormas saat menggelar aksi di depan kantor Mapolres Bima Kota. Foto: Teta

10 Ormas saat menggelar aksi di depan kantor Mapolres Bima Kota. Foto: Teta

10 Ormas itu masing-masing, Pengurus Besar (PB) Aliansindo, API, Pemuda Pancasila, BEM STIH Muhammadiyah Bima, Aliasi Pemuda Peduli Bima, HIMMAH NW Cabang Bima, FORMAT Kota Bima, Himpunan Mahasiswa Kota Bima, Aliansi Masyarakat Pengawal Demokrasi dan Himpunan Mahasiswa Hukum Bima

Ketua Cabang Aliansindo Bima Burhanuddin, SH dalam orasinya mengklaim ada sekitar 10 Ormas yang sudah memberikan pernyataan sikap dan meminta agar Andi segera dipindahkan. Selain mangkraknya sejumlah kasus, juga dinilai tertutup terhadap semua jenis pemberitaan soal kinerja polisi.

”Kami meminta agar Andi segera digeser dari Polres Bima Kota. Kami tidak butuh Kapolres yang hanya mementingkan dirinya sendiri, daripada memikirkan kemashalatan orang banyak,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia menilai Andi tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Apalagi kasus yang berkaitan dengan korupsi, kasus pidana umum saja terkesan tidak diselesaikan.

Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathon (HIMMA NW) Cabang Bima Supriadin mengatakan, sikap Andi yang tertutup terhadap pemberitaan sama halnya menghalang – halangi keterbukaan informasi publik.

“Kenapa informasi penangan kasus saja tidak diberikan untuk konsumsi publik. Pertanyaanya, ada apa dengan semua ini,” tanyanya saat berorasi.

Kabag OPS Kompol. Moendra. WDW yang dikonfirmasi usai demonstrasi mengatakan, berkaitan dengan tuntutan itu wajar. Namun perlu diketahui, banyak permasalahan saat ini yang ditangani Polres Bima Kota.

”Tidak hanya satu perkara saja yang kami tangani. Semua kasus yang ditangani sudah jalan, hanya saja masih dalam proses. Segala sesuatu itu ada prosesnya dan tentu ada aturan,” jelasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *