Wartawan Bima Diancam Dibunuh

Kota Bima, Kahaba.- Wartawan Koran Stabilitas Bima, Syafruddin diancam dibunuh oleh Residivis Kasus Narkoba, Andri Minggu (8/3) malam sekitar pukul 21.20 WITA di Lingkungan Gindi Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima.

Syafruddin Wartawan yang diancam dibunuh. Foto: Bin

Syafruddin Wartawan yang diancam dibunuh. Foto: Bin

Saat itu, korban keluar dari rumah kakak iparnya yang ada di lingkungan setempat. Sekitar 20 meter ia dipanggil temannya Ifan untuk meminta rokok. Saat itulah pelaku datang menghampiri dirinya.

“Tiba-tiba saja dia datang dan bilang ‘kenapa kamu plototin saya’ sembari mengeluarkan parang,” ujarnya meniru perkataan Andri.

Kata dia, parang yang dikeluarkannya dari pinggang kanan itu diacungkan ke arah wajahnya dan mengatakan. ‘Kamu Jangan macam-macam disini. Ini kampung saya, saya bunuh kamu’.

“Karena diancam dibunuh saya hanya pasrah dan meminta maaf. Saat itu juga saya sempat bertanya apa persoalannya sehingga saya mau dibunuh,” ceritanya.

Beruntung saat itu, sambung wartawan yang bertugas di Hukum dan Kriminal itu diamankan oleh warga setempat. Parang yang dipegang pelakupun, juga diamankan warga. “Usai peristiwa itu, saya melaporkannya ke Polsek Asakota,” tuturnya.

Ia menduga, munculnya pengancaman pembunuhan itu karena masih menyimpan dendam saat dirinya menulis berita penangkapan Andri soal kasus narkoba beberapa tahun lalu. Sebab, sebelumnya korban tidak pernah mempunyai masalah apapun dengan pelaku.

Dia berharap kepada Polisi untuk segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku tersebut. Bagaimanapun, korban merasa sangat terpukul dengan sikap arogan pelaku yang mengancam ingin membunuh korban.

Sementara itu, Kapolsek Asakota IPTU. H. Eban mengaku telah menerima laporan korban atas nama Syafruddin. “Laporannya sudah kami terima,) para saksi yang diajukan korban akan kami periksa,” katanya singkat saat dihubungi via Hp.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *