Kelurahan Sarae Gelar Lomba Batu Akik

Kota Bima, Kahaba.- Bertujuan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, Lurah Sarae Kota Bima menggelar lomba pembuatan dan pameran batu akik. Kegiatan mulai dibuka sejak Selasa (21/4) lalu.

Peserta pameran batu akik di Kelurahan Sarae. Foto: Teta

Peserta pameran batu akik di Kelurahan Sarae. Foto: Teta

Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan lomba kebersihan lingkungan dan lomba Jajanan Khas Rakyat Bima itu dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Ketua DPRD Kota Bima Fery Sofian, SH.

Lurah Sarae A. Faruk, S.ST. Par M. Si mengatakan, awal pameran batu akik rencananya digelar dua hari, yakni hari Rabu dan Kamis. Karena warga sangat antusias dna meminta penambahan waktu, akhirnya waktu lomba ditambah sampai hari Minggu (26/4) mendatang.

“Alhamdulillah karena ramai, warga meminta agar waktu kegiatan ditambah. Mengingat hasil penjualan peserta juga meningkat hingga mencapai Rp 1 Juta per hari,” ujarnya.

Kata dia, para pengerajin semua dari warga Kelurahan Sarae. Tapi peminatnya berdatangan dari Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa. Tidak saja menonton, banyak juga yang datang membeli. “Batu akik yang banyak diburu Naga Sui dan Peros dan batu khas Bima lain,” sebutnya.

Soal penilaian, ia menjelaskan, untuk lomba pembuatan batu akik, diberikan waktu selama satu jam, kekompakan tim yang terdiri dari dua orang dan tingkat kehalusan dan Estetika serta kecocokan dengan gagang cincin telah disiapkan sebelumnya.

Faruk menambahkan, kegiatan dimaksud penting didukung, karena bisa meminimalisir aktivitas perjudian seperti sabung ayam dan togel di Kelurahan Sarae.

“Berkat kegiatan ini, 38 unit mesin gerinda duduk akan diberikan Pemerintah Kota Bima untuk pengerajin batu akik di Kelurahan Sarae,” tambahnya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *