Pedagang Ngaku Rugi Jualan di Pasar Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Sebagian pedagang sayur dan sembako mengaku merugi semenjak mulai berjualan di Pasar Amahami. Kata mereka, pembeli tak seramai di pasar sebelumnya. Sehingga menyebabkan jualan mereka banyak tak terjual.

Yanti, Pedagang saat berjualan kembali di Pasar lama, Sore hari. Foto: Noval

Yanti, Pedagang saat berjualan kembali di Pasar lama, Sore hari. Foto: Noval

“Semenjak kami dipindahkan ke Pasar Amahami, dagangan kami banyak yang tidak laku,” ungkap Yanti, Pedagang asal Kelurahan Tanjung, Minggu (27/9) sore kepada Kahaba.net.

Yanti mengaku, selain jualan yang kurang laku, kondisi tempat juga dikeluhkannya karena tidak senyaman dulu. Sebagian besar pedagang yang tak kebagian tempat, terpaksa berteduh seadanya untuk menghindari terik matahari. “Disini sangat panas, ikan yang kami jual banyak yang busuk karena tidak laku,” ujarnya.

Meski mulai berjualan Pukul 07.00 Wita kata dia, hasil penjualan tidak sampai ratusan ribu. “Lain halnya seperti dulu ketika masih berjualan di pasar lama. Utang kita menumpuk karena jualan kita tidak laku,” keluhnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan Siti Hawa, Pedagang lainnya. Lantaran jualan tak laku, Ia meminta waktu dalam sehari tiga jam saja untuk berjualan di Pasar Lama saat sore hari. Namun permintaan itu tidak diperbolehkan Petugas Pasar dan Pol PP Kota Bima.

Ia pernah mencoba berjualan Pasar Lama pada sore hari, tetapi diusir Pol PP. “Mau bagaimana lagi pak, demi menghidupi keluarga kami sanggup walaupun setiap hari diusir oleh Petugas Pol PP,” katanya.

Ia berharap kepada Walikota Bima, bisa sesekali turun langsung melihat kondisi para pedagang. “Biar bapak bisa merasakan bagaimana kami bersusah payah menjajakan jualan kami untuk dibeli,” ujar ibu 60 tahun ini.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *