Proses Kasus Pengancaman Wartawan Lamban, MJC Agendakan ke Polda NTB

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah Wartawan Bima yang tergabung dalam Komunitas Wartawan, Mbojo Journalist Club (MJC) berencana akan berangkat ke Kantor Polda NTB dalam waktu dekat ini. Apabila, kasus dugaan pengancaman terhadap Wartawan Media Online Kahaba.net tak ada kejelasan. (Baca. Ancam Bunuh Wartawan, Ruma Rengge Dilapor Polisi)

Ketua MJC Bima Yudha LM. Tudiansyah

Ketua MJC Bima Yudha LM. Tudiansyah

Ketua MJC Bima, LM Tudiansyah mengatakan, kasus Ady Supriadin (korban pengancaman) sudah hampir tiga minggu ditangani Polres Bima Kota. Tetapi sampai saat ini belum ada peningkatan status ke penyidikan. Kepolisian beralibi masih pemeriksaan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Rekan-rekan kami hampir setiap kesempatan menanyakan perkembangan proses hukumnya. Hal itu merupakan bentuk kami menghargai kerja Kepolisian. Tapi kok sampai sekarang belum juga ada peningkatan status,” heran Yuda sapaan akrabnya kepada Kahaba.net, Minggu (28/11) siang.

Menurut Yuda, alasan Penyidik Polres Bima Kota soal bukti belum kuat menimbulkan tanya. Sebab hematnya, bukti pengancaman terhadap Ady sudah mencukupi karena ada korban, saksi dan bukti CCTV yang belum disita. (Baca. Kasus Pengancaman Wartawan, Polisi Ngaku tak ada Rekaman CCTV)

Kata dia, Kuasa Hukum korban sudah dua kali meminta agar Kepolisian menyita rekaman CCTV tapi belum juga dilakukan. Kepolisian justru beralasan tidak ada rekaman CCTV sementara penyitaan belum dilakukan.

“Menurut kami ini sedikit janggal. Karena urusan ada rekaman atau tidak itu nanti, terpenting Kepolisian sita dulu agar barang bukti tidak dihilangkan,” ujarnya.

Untuk itu tegasnya, bila dalam beberapa hari ke depan tidak ada perkembangan terhadap proses hukum kasus tersebut pihaknya berencana untuk menghadap Kapolda NTB. Karena sebelumnya, Polda NTB melalui Kadiv Humas sudah memberikan atensi agar Polres Bima Kota serius menangani. (Baca. Polda NTB Kawal Kasus Pengancaman Wartawan Bima)

“Teman-teman sudah siap berangkat. Kita lihat dulu perkembangan penanganan beberapa hari ke depan,” kata Yuda.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. YUS

    sabar kawan2….lanjut dan jgan pantang mundur,,,, tdk ada istilah tiba2 muncul kekeluargaan sperti sbelumnya dan atau damai seperti sebelumnya juga hahahahah,,,,tunjukan bahwa jurnalis kuat dan punya organisasi hingga level nasional,,,,,masa nulis kasus lain ampe tuntas sedangkan kasus sendiri kagak becus disikapi….ayo….mana tintamu yang katanya lebih tajam dari mata belati

  2. YUS

    gimana mau tuntas ntuh kawan masa beritanya adi hanya satu….eh kebakaran baju pulo satu dum truk saking banyaknya…..peduli jurnalis dong….eh wrtawan ompong ntuh di medan 4 jurnalis ditembak dari jarak dekat, kalian mau sperti itu?

  3. Bang Yus bisanya komporin kita kalau sudah jauh begitu…kalau di bima lemes…hahhaha. Kali aja di Mataram dah disuntik ama anak2 AJI pake obat pembasmi hama, tp pake dosis Dokter. Hahhaahha. Bune haba bang Yus yg ganteng…hijrah gak pamit ama teman2?

  4. YUS

    alhamdulilah,,,,kabar baik,,,,,saya bukan komporin, saya marah kok polisi lamban tangani kasus jurnalis, maunya apa? apa tunggu jurnalis mati dulu? bosan saya dengar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *