Kapolda Diminta Evaluasi Aparat Pengaman Pilkada

Kabupaten Bima, Kahaba.- Munculnya insiden penodongan senjata yang diduga dilakukan oknum personil Kepolisian pengaman Pilkada kepada Ketua Panwaslu Kabupaten Bima disesalkan Anggota Dewan. Kapolda NTB pun diminta mengevaluasi semua aparat yang ditugaskan mengamankan Pilkada Kabupaten Bima. (Baca. Ketua Panwaslu Ditodong Dengan Senjata Laras Panjang)

Anggota DPRD Kabupaten  Bima. Foto: Ady

Anggota DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

“Bila perlu, semua aparat itu diseleksi dan dibina dengan baik, sehingga mereka bisa memahami kondisi masyarakat dan daerah Kabupaten Bima,” kata Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Ismail, Jum’at (4/12).

Menurut Politisi PKS ini, sikap oknum aparat keamanan tersebut dinilai tidak pantas dilakukan. Bukan hanya kepada Ketua Panwaslu, tetapi kepada masyarakat pun tak semestinya dilakukan. Sebab aparat keamanan merupakan pelindung dan pengayom masyarakat. Ditugaskan untuk mengamankan Pilkada, bukan melakukan tindakan represif.

“Kami minta, agar Polda NTB segera melakukan pembinaan terhadap anggotanya. Sehingga dikemudian hari, kejadian seperti itu tidak terulang,” ujarnya.

Pembinaan itu penting dilakukan, karena menurutnya aparat akan berhadapan langsung dengan masyarakat dalam mengamankan Pilkada, terutama saat kampanye. Kondisi tersebut dibutuhkan aparat yang mampu berinteraksi dengan masyarakat.

“Saya kuatir, apabila banyak aparat dengan mental seperti itu akan membuat situasi justru tidak aman. Karena tentunya, kita menginginkan proses Pilkada berjalan lancar tanpa adanya masalah,” tandas dia.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *