Empat Siswa SMPN 5 Kepergok Mencuri Saat Jam Belajar

Kota Bima, Kahaba.- Jam belajar mestinya dimanfaatkan oleh pelajar untuk menerima ilmu pelajaran dari guru. Namun miris, Sabtu (16/1) pagi empat oknum pelajar yang diketahui berasal dari SMP Negeri 5 Kota Bima malah kepergok mencuri di salah satu kios warga.

Pemilik Kios, tempat siswa melancarkan aksi pencuriannya. Foto: Ady

Pemilik Kios, tempat siswa melancarkan aksi pencuriannya. Foto: Deno

Bahkan, ulah tak terpuji empat oknum siswa ini sudah dua kali dilakukan. Pada aksi kedua kalinya, Pemilik Kios, Anggun Pryadin memergoki mereka dan mengamankannya. Keempat siswa ini kemudian diserahkan kepada Kepolisian untuk dibina.

“Sebelum kejadian hari ini, mereka sudah melakukan aksi beberapa hari lalu. Atas aksi mereka kemarin, saya mengalami kerugian sekitar Rp.500 ribu,” ungkap Anggun Pryadin, warga Kelurahan Rabangodu Selatan.

Diakuinya, keempat pelaku awalnya mengira di dalam rumah tidak ada orang. Sebab saat itu, pintu rumah dan kios sudah ditutup. Sebelum masuk rumah, Ia sudah merasa curiga akan ada pencuri yang kembali datang. Karenanya, dari dalam rumah Ia mengintip. Benar saja, sesaat setelah itu terlihat empat pelajar duduk sambil mengobrol di kursi teras depan rumahnya.

“Dalam obrolannya, mereka bercerita tentang aksi mereka yang kemarin dalam kios saya, dan berencana akan melakukan aksi lagi pada hari ini,” ceritanya.

Setelah selesai mengobrol lanjut Anggun, keempatnya memasuki rumah melalui tembok samping dan menuju tempat barang dagangan dari dalam kios. Sementara dirinya sudah menunggu di dalam dan bersiap mengamankan pelaku. Hanya saja, sebelum sempat masuk tetangganya sudah lebih dulu melihat dan meneriaki mereka.

Kemudian sambung dia, keempatnya pun lari kocar-kacir mendengar teriakan tersebut. Tanpa pikir panjang, Ia putuskan untuk mengejar dan berhasil mengamankan keempat pelajar di depan pagar rumah.

“Setelah saya amankan mereka, saya langsung memanggil polisi untuk membawa mereka. Atas kejadian ini, saya berharap mereka mendapatkan pembinaan. Serta berharap pengawasan guru pada siswa-siswa bisa lebih diperketat lagi,” harapnya.

Kepsek SMPN 5 Kota Bima, H Hafid yang dikonfirmasi membenarkan keempat pelajar tersebut merupakan anak didiknya. Mereka merupakan siswa kelas VII dan VIII. Hafid bersama para orangtua siswa sudah menghadap Kepolisian untuk memastikan keempat siswa tersebut berasal dari SMPN 5 Kota Bima.

“Kami berharap, semoga penegak hukum bisa melepas dulu mereka untuk melanjutkan pendidikan. Kita tidak bisa salahkan siapa – siapa. Kita akan panggil dan bina dengan sabar. Kita mohon kepada Allah semoga siswa ini diberikan kesadaran,” ujarnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *