Polisi Bubar Paksa Demo Kasus Fiberglass

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Persatuan Pemuda Anti Korupsi (PPAK) yang menggelar aksi di depan kantor Polres Bima Kota, Senin (14/3) dibubar paksa oleh aparat. Pasalnya, aksi sorotan penanganan kasus dugaan korupsi Pengadaan Sampan Fibergglas Tahun 2012, disampaikan tidak dengan etika sebagai massa aksi.

PPAK saat menggelar aksi di depan Kantor Polres Bima Kota. Foto: Deno

PPAK saat menggelar aksi di depan Kantor Polres Bima Kota. Foto: Deno

“Mereka punya izin aksi, tapi perilaku menyampaikan aspirasi sudah tidak etis. Ada beberapa kalimat yang menyudutkan Kapolres Bima Kota secara personal,” ujar Kasat Binmas IPTU. M. Yamin

Diakuinya, massa sudah diberikan penjelasan agar dapat menemui Kapolres Bima Kota di dalam aula, untuk menjawab sorotan massa aksi. Namun Massa aksi menolak untuk duduk bersama mendengarkan keterangan penyidik Tipikor.

“Kapolres itu bertanggungjawab secara umum, jika sorotannya secara pribadi itu sangat tidak relevan  dengan Undang-Undang menyampaikan aspirasi di depan umum,” tegasnya.

Pantauan Kahaba, massa aksi menggunakan mobil satu pickup melakukan unjuk rasa di depan Mapolresta Kota. sejak pukul 10.20 wita. Beberapa menit kemudian, masa aksi ditemui perwakilan aparat untuk diajak masuk mendengarkan penjelasan Kapolres. Namun masa aksi tidak ingin masuk dengan pola perwakilan.

Mereka ingin masuk dengan massa yang ada, agar tidak ada dusta dan rahasia yang perlu disembunyikan. Namun beberapa saat massa aksi didorong oleh aparat dan dikejar , hingga masa aksi menghindar dari amukan aparat.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Bung kalau menulis berita itu yang obyektif sedikit, ini kok amburadul sekali, jangan hanya satu sumber yang dijadikan referensi penulisan berita, karena yang melakukab aksi juga punya alasan yang jelas kaitan persoalan ini.
    Kalian jangan mengaburkan apa yang disampaikan oleh massa aksi. Persoalan itu sudah 4 tahun ditangani oleh pihak tipikot kepolisian bima kota, tetapi sampai saat ini belum ada titik tetang secara hukum untuk dinaikkan ketingkat kejaksaan. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat bima pada umumnya. Jadi hal yg wajar ketika kawan2 aktifis kecewa pada kinerja pihak kepolisian.
    Ini berita sama sekali tidak memuat sedikitpun apa yang menjadi tuntutan massa aksi. Ini adapa kok pembubarannya saja yang disampaikan kepubluk lewat berita ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *