BLH Minta H. Doris Perbaiki Sistem Pembuangan Kotoran Sapi

Kota Bima, Kahaba.- Setelah mendapat laporan dari warga Kelurahan Penanae, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima akhirnya menyempatkan diri untuk turun memantau kondisi pembuangan kotoran Sapi H. Doris. Pengusaha Sapi itu pun diminta untuk membuat bak penampung kotoran.

Kabis Amdal dan Pelestarian BLH Kota Bima, A. Haris Dinata. Foto: Bin

Kabis Amdal dan Pelestarian BLH Kota Bima, A. Haris Dinata. Foto: Bin

Kabid Amdal dan Pelestarian BLH Kota Bima, A. Haris Dinata mengatakan, pihaknya turun di lokasi pembuangan kotoran sapi hari Kamis pekan lalu. Faktanya, terdapat pipa pembuangan kotoran sapi yang langsung diarahkan ke sungai.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memantau langsung kondisi ternak milik H. Doris, terdapat belasan ekor Sapi yang diternak dan kotorannya dibuang ke sungai.

“Kita sudah berikan arahan untuk perbaikan sistem pembuangan. Agar kotoran tidak langsung dibuang ke sungai,” ujarnya, Senin (23/5).

Eduksi yang disampaikan, kata dia, pembuangan kotoran tersebut harus diolah terlebih dahulu, dengan menggunakan proses tekhnologi tinggi, menengah dan sederhana.

Untuk cara yang sederhana, dilakukan penyaringan menggunakan tiga penampungan kotoran. Penampungan pertama menyimpan kotoran, penampuingan kedua yang keluar sudah mencair. Setelah sedimen kotorannya cair, kemudian diproses terus dan sampai pada penampungan ketiga kotorannya sudah terlihat jernih.

“Jadi yang dibuang ke sungai itu sudah bukan kotoran lagi,” jelasnya.

Diakui Haris, H. Doris pun menerima saran dari BLH. Pengusaha ternak Sapi itu juga meminta dukungan, untuk terus memantau dan memberikan pembinaan. Pihaknya pun akan bantu dengan tim tekhnis.

“Kita juga sarankan untuk jangka panjang, dilakukan biogas, sehingga bisa memanfaatkan gas tersebut,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *