Warga Desa Oi Katupa Mencret dan Muntah-muntah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nasib sejumlah warga Desa Oi Katupa yang tergabung dalam gerakan GNP mengundang rasa iba. Bagaimana tidak, belasan orang dari mereka bergantian masuk rumah sakit, karena mengalami mencret dan muntah-muntah. Kondisi tersebut juga dialami anak-anak balita.

Kondisi warga Desa Oi Katupa di Eks Kantor Bupati Bima. Foto: Deno

Kondisi warga Desa Oi Katupa di Eks Kantor Bupati Bima. Foto: Deno

Warga Oi Katupa Fakhrudin (47) mengatakan,  kondisi tidur dan makan yang tidak teratur membuat kondisi warga semakin hari semakin mengalami berbagai macam rasa sakit. Kini, warga hanya bisa bertahan dengan serpihan harapan untuk terus berjuang melewati ini semua.

“Saya baru saja pulang infus dari RSUD Bima, Jum’at sekitar Pukul 20.00 Wita saya dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami mencret dan muntah-muntah,” jjarnya, Sabtu (3/9).

Humas Aksi GNP M. AMIN Nasarudin mengatakan,  sejauh ini massa aksi GNP yang sudah sakit-sakitan mencapai belasan orang. Seperti yang dialami Safira, bocah berusia 10 Bulan itu sudah empat hari terbaring sakit di tenda. Hendak berobat juga, tidak mungkin. Karena tidak ada uang untuk berobat.

“Kendala biaya untuk berobat membuat warga tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Ditambah lagi mereka selalu meminum air kran yang diambil dalam WC Musholah eks Kantor. Bupati Bima,” ungkapnya.

Kondisi ini, diakui Amin akan terus berlanjut. Karena warga tidak ada pulang, sebelum membawa pulang hasil perjuangan, yakni rekomendasi dari DPRD tentang pencabutan izin HGU PT. Sanggar Agro.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *