Kampung Benteng Kampung Tramadol, Dewan Diminta Peduli

Kota Bima, Kahaba.- Muncul aspirasi menarik yang disampaikan warga Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu saat Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota menggelar Reses, Sabtu (1/10). Warga meminta agar wakil rakyat tersebut juga memedulikan persoalan obat Tramadol yang sudah mewabah di lingkungan tersebut.

Warga Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu Dedy saat menyampaikan aspirasi pada Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil I. Foto: Bin

Warga Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu Dedy saat menyampaikan aspirasi pada Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil I. Foto: Bin

Ketua RT 3 Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu, Dedy yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan aspirasi meminta kepada anggota dewan memperhatikan kenakalan remaja di lingkungan tersebut, terutama masalah peredaran obat Tramadol.

Karena hingga saat ini, peredaran obat generik tersebut sungguh sangat meresahkan warga dan orang tua. Transaksi hampir terjadi setiap saat, anak anak dengan leluasa meminum obat tersebut untuk tujuanh mabuk – mabukkan.

“Kampung benteng sudah dikenal sebagai kampung Tramadol. Jadi mohon diperhatikan pak dewan yang terhormat,” pinta Dedy.

Ia mengungkapkan, transaksi penjualan tramadol di Lingkungan Benteng acapkali terjadi di tempat tempat gelap, seperti terjadi di jalan depan SDN 01. Untuk itu, dirinya meminta agar dewan memperjuangkan pemasangan lampu jalan di wilayah tersebut.

“Kasihan generasi kami pak dewan, gara gara tramadol mereka bisa hancur,” katanya.

Menjawab masalah Tramadol yang meresahkan warga itu, anggota DPRD Kota Bima Khalid Bin Walid mengatakan, Tramadol memang sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Untuk itu, persoalan tersebut butuh perhatian seluruh masyarakat, terutama orang tua, tidak hanya pemerintah. RT dan RW serta tokoh masyarakat juga harus berperan maksimal.

“Insya Allah masalah ini akan menjadi perhatian serius kami untuk ditindaklanjuti,” janjinya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *