Qurais Minta Perluasan Pelabuhan Bima, Luhut: Saya Penuhi

Kota Bima, Kahaba.- Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajarannya tiba di Kota Bima, Selasa (25/10). Momen kedatangan Luhut meninjau Pelabuhan Bima dimanfaatkan dengan baik oleh Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin. (Baca. Walikota Bima Paparkan Rencana Pembangunan Daerah Dihadapan Menko Maritim)

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Foto: Bin

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Foto: Bin

Qurais melalui sambutannya di Convention Hall Paruga Nae mengatakan, kondisi Pelabuhan Bima saat ini butuh pengembangan. Agar perputaran ekonomi mengalami peningkatan.

“Pak Menteri, kalau Pelabuhan Bima terjadi sedimentasi 4 meter saja, maka ekonomi kami di Bima tidak bisa berjalan dengan baik. Jadi mohon bantuannya untuk perluasan Pelabuhan Bima,” pintanya. (Baca. Ini Arahan Menko Maritim Saat Berkunjung ke Kota Bima)

Pada kesempatan itu, Walikota Bima juga meminta kepada investor untuk tidak khawatir datang ke Bima. Apalagi Bima memiliki hasil bumi yang melimpah. Jika Pelabuhan Bima dikembangkan dengan secepatnya, maka rakyat Bima juga akan sejahtera.

“Rakyat sejahtera untuk Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya mengaku baru mengetahui jika Sumbawa dan Bima memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan dihadapan Menko Maritim. Foto: Bin

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan dihadapan Menko Maritim. Foto: Bin

“Jujur saya baru tau sekarang. Melihat kondisi ini pulau Sumbawa bisa jadi lumbung pangan Nasioanal. Saya akan penuhi keinginan Walikota Bima, Insya Allah selesai. Tapi dengan catatan, semua harus bekerjasama dengan baik,” tegasnya.

Kata Luhut, di Sumbawa dan Bima banyak hasil bumi yang butuh perhatian dan menjadi kebutuhan nasional. Seperti ikan, ternak, bawang merah, beras dan jagung. Dirinya pun berjanji akan mewujudkan semua bisa dikelola dengan baik dengan membangun komunikasi antar kementrian dan investor.

“Kebetulan hari ini saya bawa Investor. Ini menjadi atensi kami agar bisa ditangani secepatnya. Saya minta investor juga serius. Minggu depan saya undang juga Walikota dan Bupati Bima ke Jakarta, bahas serius masalah ini,” tuturnya.

Luhut menambahkan, kekayaan alam ini memang harus diekspor. Cara satu-satunya yakni menggunakan jalur laut. Maka, Pelabuhan Bima memang perlu dikembangkan.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *