Bibit Jagung tak Bermutu, Petani Gagal Tanam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan anggota kelompok tani asal Desa Punti Kecamatan Soromandi gagal menanam bibit jagung bantuan Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pertanian. Pasalnya, bibit berjumlah puluhan pak yang dibagikan itu bermutu rendah alias tidak berkualitas.

Perwakilan Petani saat menunjukan bantuan bibit jagung dalam kemasan dari Desa Punti dan desa lain. Foto: Ady

Perwakilan Petani saat menunjukan bantuan bibit jagung dalam kemasan dari Desa Punti dan desa lain. Foto: Ady

Persoalan ini pun diadukan para petani ke DPRD Kabupaten Bima, Senin (31/10) pagi. Mereka diterima Jajaran Komisi II dan beraudiensi di ruang rapat utama Kantor DPRD setempat.

Perwakilan petani, Yaser Arafat mengaku, bibit jagung itu dibagikan Dinas Pertanian melalui penyuluh tiga hari lalu kepada 7 Kelompok Tani (Poktan) di Desa Punti. Jumlahnya puluhan pak dengan jenis bibit Jagung Hibrida Merek Bima 20 Uri.

“Persoalannya setelah kita cek dan bandingkan dengan bibit jagung bantuan di desa lain berbeda dengan di Desa Punti,” kata Yaser.

Perbedaan mencolok jelas dia, terlihat mulai dari kemasan bibit yang ditempel dengan stiker manual. Sedangkan Bibit Jagung 12 harusnya berlabel resmi dan punya hologram. Ada standar mutu dan garansinya. Padahal, bibit tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

“Dari kemasan saja sudah berbeda. Belum kita bandingkan kualitas isinya. Yang kita dapat masih lembab dan mengandung kadar air tinggi,” terangnya.

Lantaran ragu dan tak ingin merugi usai ditanam, Yaser bersama para petani lainnya memutuskan untuk tidak menanam bibit tersebut. Serta mengadukannya ke DPRD Kabupaten Bima untuk ditindaklanjuti dengan memanggil pihak eksekutif.

“Kita heran saja, kenapa bibit yang dibagikan bisa berbeda antara desa yang satu dengan desa yang lain,” ujar dia.

Kepada DPRD, para petani juga menyerahkan contoh bibit jagung pemerintah di Desa Punti dan desa lain dalam bentuk kemasan.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *