Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai, Digelar

Kota Bima, Kahaba.- Sesuai arahan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), jajaran Polres di seluruh Indonesia diminta melaksanakan Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai. Polres Bima Kota menggelar apel di halaman kantor Walikota Bima pada hari Selasa, (15/11) sekitar pukul 09.00 Wita.

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai. Foto: Hum

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai. Foto: Hum

Walikota Bima M. Qurais H. Abidin bertindak selaku inspektur apel. Hadir pada apel tersebut, Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofiyan, Kepala Kejaksaan Negeri Bima Eko Prayitno, Ketua MUI Kota Bima HM. Saleh Ismail, Komandan Kompi Brimob, perwakilan Kodim 1608/Bima, Plt Sekda Kota Bima, Ketua FKUB Kota Bima Eka Iskandar serta sejumlah pejabat eselon lingkup Pemerintah Kota Bima dan tokoh agama.

Peserta apel berasal dari berbagai unsur antara lain Kodim 1608/Bima, Brimob, Dalmas, Babinkabtibmas, gabungan staf Polres Bima Kota, gabungan Sat Reskrim, Intelkam dan Narkoba, SENKOM POLRI, Pol PP Kota Bima, GP Ansor / Banser, Muhammadiyah, KNPI dan perwakilan Aparatur Sipil Negara.

Walikota membacakan amanat Kapolri Jend. Pol. Tito Karnavian. Dikatakan bahwa kemajemukan masyarakat di Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditolak dan telah menjadi bagian yang telah terintegrasi sejak lahirnya bangsa ini.

Kemajemukan yang ada harus dikelola dengan baik. Jika tidak, kemajemukan ini akan menjadi kontra-produktif.

Kemajemukan memang seperti pisau bermata dua. Dia bisa menjadi sesuatu yang mendukung berkembangnya masyarakat, tetapi juga bisa menghambat, malah menjadi sumber konflik primordial yang menghabiskan energi hanya untuk mengatasinya.

Seluruh elemen masyarakat diminta untuk mengambil sikap dan melakukan usaha serta berkomitmen dengan penuh integritas untuk tidak melakukan perbuatan yang menjadi sumber penyebab runtuhnya persatuan dan kerukunan, antara lain dengan tindakan nyata sebagai berikut.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *