Di Jatiwangi, Uang Rp 500 Ribu Masih Bermasalah

Kota Bima, Kahaba.- Di Jatiwangi, uang bantuan Rp 500 ribu untuk bersih-bersih rumah warga yang terdampak banjir masih bermasalah. Puluhan warga setempat pun mendatangi kantor Lurah Jatiwangi, Senin (16/1) guna mendapatkan kejelasan.

Warga Jatiwangi saat mengungkap masalah bantuan uang Rp 500 ribu untuk korban banjir. Foto: Bin

Salah seorang warga Lingkungan Salama Tato RT 08 RW 03 Lurah Jatiwangi Kaharudin mengungkapkan sejumlah masalah yang mereka temui saat pembagian uang itu. Pertama, pembagian uang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Memilih salah satu rumah warga, dan penerima manfaat diminta untuk mengambil uang pada tempat dimaksud.

“Pembagian uangnya hanya dilakukan oleh Ketua RT dan RW, tidak melibatkan pegawai Kelurahan, Babinsa dan Babinkantibmas, seperti di kelurahan lain,” ungkapnya didampingi warga lain Ridwan.

Ridwan juga mengaku ada hal janggal lain yang mereka lihat. Sebelum menerima uang Rp 500 ribu itu, warga diminta untuk membawa uang sebesar Rp 20 ribu. Karena nilainya tidak terlalu besar, warga pun menuruti perintah tersebut.

“Ini sama halnya pungli. Uang sebanyak Rp 500 ribu sama saja dipotong,” sorotnya.

Keduanya juga mengaku jadi korban pembagian uang dimaksud. Pasalnya, saat awal pendataan nama mereka dan sejumlah warga di lingkungan yang sama didata. Tapi saat giliran uang dibaikan, mereka tidak mendapat bagaian.

“Padahal uangnya ada, tapi tidak diserahkan. Uang itu justeru dibawa pulang lagi. Ini kan aneh. Kami juga korban banjir. Air merendam rumah kami hingga mencapai kepala,” tuturnya.

Atas sejumlah persoalan itu, mereka meminta Lurah Jatiwangi untuk segera memanggil Ketua RT dan RW di lingkungannya. Sebab, terdapat 36 pemilik rumah yang terendam banjir, sudah didata, tapi tidak dapat bantuan.

Sementara itu, Lurah Jatiwangi Muhammad saat ditemui mengaku sudha menerima laporan dari warganya dan akan segera ditindaklanjuti.

“Saya secepatnya panggil Ketua RT 08 RW 03 untuk klarikasi. Karena jika mendengar laporan warga saya, cara yang dilakukan RT RW tidak dibenarkan,” tegasnya.

Muhammad juga akan menanyakan kenapa uang bantuan itu dibawa pulang. Padahal 36 warga di Salama Tato sudah didata untuk mendapatkan bantuan.

“Masalah ini akan kami sikapi serius,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *