Kejanggalan Dibalik Seleksi PTT Kesehatan Kembali Disorot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima meninggalkan sejumlah masalah. Tak hanya soal dugaan pemalsuan Surat Tanda Registrasi (STR) pelamar, tapi juga mencuat soal indikasi pengalihan peserta ke formasi lain secara sepihak.

Korban pemalsuan RTR saat mendatangi BKD bersama warga dari PM Salam. Foto: Ady

Masalah ini dialami tiga peserta dari ahli kesehatan lingkungan. Ketiganya semula melamar di formasil ahli kesehatan lingkungan sesuai kompetensi yang dimiliki. Namun belakangan, saat pengumuman administrasi justru muncul namanya pada formasi promosi kesehatan.

“Persoalan ini telah mereka adukan kepada organisasi profesi Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Bima karena ketiganya terdaftar sebagai anggota,” kata Ketua HAKLI Cabang Bima, Muhammad Sidik kepada media ini kemarin.

Muhammad Sidik mengaku, ada kebingungan dari ketiga peserta berinisial R, A dan Ad setelah mengetahui nama mereka lolos administrasi bukan pada formasi yang dilamar. Tentu mereka harus mengikuti tahapan seleksi tidak sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Yang aneh menurut kami, formasi kesehatan lingkungan dibutuhkan 3 orang. Kemudian yang melamar 4 orang, yang lolos administrasi hanya satu orang. Sementara tiga lainnya muncul di formasi promosi kesehatan, padahal mereka tidak melamar disitu,” terangnya.

Sidik menduga, ada kesengajaan ketiga peserta tersebut dialihkan secara sepihak ke formasi lain demi kepentingan tertentu. Karenanya, usai menerima pengaduan Ia langsung mendampingi mereka menghadap BKD dan Panitia Seleksi PTT untuk meminta klarifikasi.

“Protes sudah dilakukan sebelum tes berjalan. Intinya kami menanyakan, atas dasar apa ketiga peserta ini dialihkan sepihak ke formasi lain,” kata Sidik.

Awalnya saat diprotes lanjut dia, panitia tidak mau menganulir dan ngotot harus sesuai dengan kartu ujian. Akhirnya dengan terpaksa mereka harus ikut tese tertulis sesuai dengan pengumuman administrasi. Baru diakomodir, pada saat tes wawancara itu pun setelah melalui berdebatan alot.

“Kita di organisasi profesi berharap, jangan sampai hal seperti ini terulang lagi, kasihan pelamar. Jika ada masalah kemudian hari setelah pengumuman, kita tetap akan mendampingi,” tegasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *