Ini Kata Dae Ade Soal Berbagai Kritikan Terhadap KNPI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bima selama tiga periode terakhir banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan. Mulai dari tidak jalannya program, minim kegiatan, hanya ada disaat Musda saja hingga dituding tidak punya arah dan visi kepemudaan.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bima, Ferdiansyah Fajar Islam. Foto: Bin

Menanggapi hal ini, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bima, Ferdiansyah Fajar Islam merespon santai. Ia menerima setiap kritikan dan masukan membangun dari berbagai pihak untuk perbaikan KNPI ke depan.

Menurutnya, KNPI Periode 2013-2016 di bawah kepemimpinannya memang tidaklah mulus karena pasang-surut semangat pemuda. Namun demikian, bukan berarti tanpa program dan kegiatan. Hanya saja, selama ini kegiatan KNPI hingga tingkat PK jarang terekspos ke publik.

“Kalaupun dikritik stagnan atau hidup enggan mati tak mau, saya pikir semua itu pasti ada pasang surutnya. Organisasi mana pun pasti ada itu,” ujarnya di temui media ini di Sekretariat KNPI, kemarin malam.

Pria yang akrab disapa Dae Ade ini berpandangan, kalau dalam organisasi itu stagnan atau mandek tidak bisa juga serta-merta hanya menyalahkan pimpinan saja, atau anggota saja. Karena organisasi itu tanggungjawab kolektif bukan personal.

“Jadi saya tidak perlu membeberkan apa saja, itu cukup jadi urusan internal organisasi. Kalau memang berpikir ke belakang tidak akan maju. Sekarang bagaimana yang kemarin yang katanya stagnan itu bisa maju dan berkembang dengan komitmen bersama,” tuturnya.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bima ini mengajak para pemuda di Kabupaten Bima untuk bersatu. Tidak terpecah belah gara-gara suksesi Musda KNPI.

“Jangan ada pengkotak-kotakan. Kita sama-sama sukseskan kegiatan pemuda ini. Terlebih ditingkat pengurus agar lebih solid lagi,” harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *