Wisuda Angkatan ke-VI, MTsN 3 Lepas 53 Siswa

Kota Bima, Kahaba.- Suasana haru, sedih dan tawa mengiringi prosesi wisuda purna siswa MTsN 3 Kota Bima angkatan ke-VI sebanyak 53 siswa-siswi, Sabtu (20/5) di halaman sekolah setempat. Agenda perpisahan tersebut, turut hadir kepala MTs sebelumnya Nurjanah, Kepala Kemenag Kota Bima yang diwakilakan Kasubag TU H. Safii serta ratusan keluarga wali murid.

Foto bersama dengan wisudawan terbaik. Foto: Eric

Kepala MTsN 3 Kota Bima H. Arifin dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada segenap jajaran panitia yang telah bekerja, siswa yang telah lulus dan akan melanjutkan studi ke tingkat SMA. Kemudian terkhusus kepada wali murid dan para tamu undangan, tahun ini sekolah telah berganti status.

“Alhamdulillah, sekolah ini dulunya berstatus MTs Satu Atap, sekarang telah berganti nama menjadi MTs Negeri 3 Kota Bima,” ujarnya.

Dikatakan Arifin, usai menamatkan tingkat MTs tentunya akan melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Maka sebagai perwujudan tangan pemerintah, meminta kepada siswa maupun orang tua agar terus melanjutkan studi ke jejnjang yang lebih tinggi.

“Kepada siswa-aiswi yang telah diwisuda, agar terus menuntut ilmu yang bermanfaat serta bisa mengamalkan dan bergunan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Kemenag melalui Kasubag TU, H. Safii menambahkan, saat ini perkembangan tekhnologi semakin maju dan pesat. Begitu halnya dengaan dunia pendidikan yang juga terus dituntut semakin berlembang, agar bisa bersaing dalam era globalisasi.

Adapun lima siswa wisudawan terbaik, yang berhak mendapatkan hadian dan piagam dari jajaran sekolah ialah. Juara pertama Nuraisyah, peringkat kedua Ahamad Rifaid, peringkat ke tiga Badriatul Uliyah, ke empat Nurfaizah dan ke lima Aldi Setiwansyah.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *