Gandeng FKUB, HMS Beri Pemahaman 4 Pilar kepada Pelajar

Kota Bima, Kahaba.- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan cinta tanah air kepada para pelajar SMA sederajat se-Kota dan Kabupaten Bima.

Seminar 4 Pilar Kebangsaan FKUB dengan HMS. Foto: Ady

Pemahaman itu disampaikan dalam bentuk Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) di Aula Kantor FKUB Kota Bima bekerjasama dengan Anggota DPR RI Dapil NTB dari Fraksi PAN H Muhammad Syafrudin (HMS).

Ketua FKUB Kota Bima H Eka Iskandar menjelaskan, sosialisasi 4 pilar merupakan agenda yang sudah lama dicita-citakan sejak 4 tahun lalu, tetapi baru sekarang tewrwujud. Kendalanya karena terbentur kegiatan rutin FKUB yang sudah terjadwal dan persoalan anggaran.

“Hari ini baru terealisasi karena didukung Anggota DPR RI Dapil NTB H Muhammad Syafrudin yang memberikan suntikan anggaran,” jelas dia.

Sosialisasi 4 pilar kata dia, dihajatkan kepada para pelajar yang tingkat pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungga Ika masih pemula. Makanya FKUB mengundang Ketua OSIS SMA sederajat dengan pengurusnya.

Peserta tambahan juga melibatkan Pemuda Lintas Agama sebagai skala prioritas FKUB untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Kemudian Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Kota Bima.

“Mereka diharapkan sebagai corong untuk menyuarakan hasil sosialisasi ini kepada masyarakat. Sehingga apa yang pemerintah dan kita harapkan dapat tercapai,” terangnya.

Mengapa sosialisasi 4 pilar penting dilaksanakan lanjut dia, karena hilangnya ruh 4 pilar ini bisa menjadi sesuatu yang sangat tidak menguntungkan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seperti halnya pancasila, menurutnya kalau dilihat nilai filosofi, simbol sila pertama itu berada tepat di jantung garuda. Itu bermakna, agama harus menjadi nilai-nilai dalam segala aspek kehidupan manusia tanpa terkecuali. Kalau agama dijadikan landasan hidup, maka tidak ada masalah dalam hidup kita.

Karena setelah dikaji nilai Pancasila oleh umat beragama, khususnya Islam tidak ada nilai-nilai Pancasila yang bertentangan dengan agama. Artinya, misi Pancasila yang dijadikan landasan dan pedoman hidup itu sebenarnya sudah tercermin dalam nilai-nilai agama itu sendiri.

“Tidak perlu berkoar aku pancasila, sementara korupsi, konflik masih terjadi. Yang terpenting adalah kita menjaga nilai keluhuran Pancasila bagi kehidupan maka terciptalah iklim kehidupan yang damai, rukun, aman sehingga dapat mendukung proses pembangunan negara dengan baik,” tutur Eka.

Kegiatan 4 pilar kata Eka, tidak ada muatan politis, tetapi merupakan agenda rutin DPR RI sebagai amanat konstitusi. Hal ini perlu dipertegasnya agar masyarakat tidak salah paham karena saat ini sedang momen politik.

“Agenda seperti ini menurut HMS bukan saja dilaksanakan di dalam negeri, tetapi juga dihajatkan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Bahkan beliau juga akan mengagendakan pertemuan dengan ormas dan tokoh agama pada Sabtu nanti,” tambahnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *