Warga Pane Minta Kantor Lurah Baru, Warga Nae Ingin Perbaiki Drainase

Kota Bima, Kahaba.- 10 anggota DPRD Kota Bima Dapil II Kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda menggelar agenda reses masa sidang pertama di Kelurahan Pane dan Nae, Selasa (13/3). Kegiatan tersebut untuk menyerap aspirasi rakyat agar diperjuangan melalui program pembangunan.

DPRD Kota Bima Dapil II saat reses di Kelurahan Pane. Foto: Eric

“Masyarakat sampaikan aspirasi yang bersifat penting untuk kemaslahatan umat. Agar dapat kami perjuangkan melalui pengesahan program pembangunan,” ujar Wakil Ketua DPPRD Sudirman DJ yang bertindak sebagai moderator.

Pada kesempatan itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Pane Mahrun menyampaikan aspirasi agar pemerintah membangun kantor Kelurahan Pane yang baru. Karena kondisinya saat ini tidak representatif untuk digelar kegiatan. Apalagi untuk mengundang masyarakat dalam jumlah yang banyak.

“Kondisi Kantor Lurah Pane sekarang kecil. Makanya melalui kesempatan ini, tolong pemerintah bangun kantor baru. Agar bisa dipakai juga untuk kegiatan kemasyarakatan,” pintanya.

Selain itu, dirinya juga berharap agar pemerintah perbaiki kembali pintu air di lingkungan RW 02. Karena kondisinya saat ini tersumbat dan akan meluap ke pemukiman warga jika hujan sudah turun.

Sementara itu warga Kelurahan Nae meminta kepada anggota dewan untuk memperjuangkan anggaran perbaikan drainase skala kawasan di RT 06. Selain itu, parit di jalan Lingkungan Tolomundu dan Salama juga tidak ada. Sehingga saat hujan turun, air mengalir ke rumah warga.

“Kami mohon agar segera realisasikan, karena sungai di Lingkungan Ranggo saat ini harus diperbaiki. Agar dapat menampung volume air dalam jumlah banyak,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Alfian Indra Wirawan bersama 9 anggota dewan lainnya akan mengupayakan aspirasi masyarakat tersebut untuk dapat direalisasikan pada dana APBD-P 2018 dan APBD 2019.

“Untuk perbaikan pintu air akan kami perjuangkan bisa dikerjakan tahun ini juga. Sementara pembangunan kantor baru Kelurahan Pane itu tetap menjadi prioritas dan akan diupayakan dikerjakan tahun 2019 mendatang,” janjinya.

Soal drainase skala kawasan juga tetap menjadi atensi, sebab selama ini warga Lingkungan Ranggo Kelurahan Nae selalu merasa gelisah bila hujan lebat datang.

Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PUPR, untuk turun memantau dan mengecek lokasi. Sehingga bisa diambil solusi agar pekerjaan pelebaran sungai bisa segera dilakukan.

Selain menyerap aspirasi, anggota DPRD Kota Bima juga menyampaikan beberapa program yang berhasil direalisasikan. Seperti dana pagar kuburan Rp 200 juta, dana KuBe, pembangunan jembatan padolo, serta pembangunan infrastruktur lainnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *