Jelang Coblos, Kantor Dukcapil Ramai Didatangi Warga

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa hari terakhir, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bima ramai didatangi warga. Dalam sehari, jumlahnya pun bisa mencapai ratusan orang. Aktifitas di kantor tersebut terlihat begitu sibuk memberikan pelayanan urusan administrasi kependudukan.

Warga saat antri mengurus KTP di Kantor Dinas Dukcapil Kota Bima. Foto: Bin

Kedatangan warga tersebut tidak lain yakni ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Membludaknya keberadaan warga di kantor itu tentu tidak bisa dipisahkan dengan agenda pencoblosan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima, tanggal 27 Juni besok.
Sebab, KTP tersebut akan sangat bermanfaat menentukan masa depan daerah selama 5 tahun kedepan.

Banyaknya warga yang datang mengurus KTP tersebut diakui Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima Hj Maryamah. Kata dia, jumlah warga yang mengurus KTP beberapa hari terakhir begitu banyak.

“Warga banyak yang datang ngurus KTP mulai tanggal 21 Juni. Dalam sehari, mencapai ratusan orang,” sebutnya, Selasa (26/6).

Diakui Mariamah, yang datang mengurus didominasi warga yang berusia 17 tahun keatas. Ada juga beberapa diantaranya warga yang sudah tua, yang belum memiliki KTP Elektronik. Sementara untuk sarana dan prasarana pembuatan KTP, bisa mencukupi dan hingga saat ini belum menemui kendala yang berarti.

“Data kita, warga yang mengurus KTP tersebar diseluruh kecamatan. Pembuatannya juga kita selesaikan hari itu juga,” katanya.

Soal keperluan KTP tersebut untuk pencoblosan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima yang dilaksanakan besok, Mariamah tidak ingin berkomentar banyak. Karena pihaknya hanya bertugas melayani warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan.

“Kita hanya melayani, jadi tidak tahu apakah untuk urusan pencoblosan besok atau tidak,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *