Bawaslu Ajak PMII Bima Mengawal Pemilu 2019

Kota Bima, Kahaba.- Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Bima menggelar pertemuan dengan Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Cabang Bima dalam rangka sosialisasi pengawasan pemilu tahun 2019, di Villa Kosambo Kelurahan Mande, Selasa (4/9).

Foto bersama jajaran Bawaslu Kota Bima dan PMII usai sosialisasi Pemilu 2019. Foto: Eric

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus cabang PMII Bima dan Komisariat Sultan Muhammad Salahuddin STKIP Taman Siswa Bima, STIT Sunan Giri Bima, KIP Ali Murtadho STKIP Kota Bima, Abil Khair Sirajudin STISIP Mbojo Bima, Rayon MIPA dan Rayon IPS.

Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaimin mengaku sangat bangga atas kehadiran PMII dalam pertemuan tersebut. Dirinya berharap agar organisasi kemahasiswaan bisa ikut andil dalam sosialisasi pengawasan pemilu 2019.

“Jumlah anggota kami sangat terbatas, makanya peran semua pihak termasuk mahasiswa juga sangat dibutuhkan untuk sama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu 2019,” katanya.

Sementara itu Komisioner Bawaslu bidang SDM Asrul Sani menuturkan, kader PMII, stakeholder dan masyarakat Kota Bima diharapkan bisa ikut aktif dalam pengawasan pemilu 2019. Karena semakin banyak yang mengawasi dan mengawal, makan akan menentukan kualitas penyelenggaran pemilu.

“Harapan besar kami agar sekiranya kader PMII mengajak seluruh elemen dan komponen untuk iktu berpartisipasi untuk menghasilkan pemilu yang berintegritas,” inginnya.

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Bima Wiro Ardiansyah mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kota Bima atas kepercayaannya terhadap pengurus PMII Cabang Bima  untuk ambil bagian pada sosialisasi pengawasan pemilu tahun 2019.

“Kami PMII sebagai organisasi independen, akan ambil bagian untuk melakukan pengawasan dalam menciptakan pemilihan yang kondusif, dan mencegah konflik di tengah kehidupan sosial,” tuturnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *