Wakasek SMAN 2 Kota Bima Bantah Gelapkan BKMM

Kota Bima, Kahaba.- Tudingan penggelapan dana Beasiswa Khusus Murid Miskin (BKMM) di SMAN 2 Kota Bima tahun 2010 yang disorot oleh salah seorang guru setempat dibantah keras oleh jajaran pimpinan sekolah itu. Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Kota Bima menyangkal telah memanipulasi data penerima beasiswa dan tidak menyalurkannya sesuai dengan nama siswa yang tercantum.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ditemui Kahaba di sekolah tersebut, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Kota Bima, Drs. Arifudin membantah tudingan rekan gurunya tersebut. Karena BKMM tahun 2010 lalu sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan sudah diterima oleh semua siswa yang namanya sudah terjaring. “Tudingan itu tidak benar, semua sudah dilakukan dengan baik dan tidak ada penggelapan,” tepisnya Rabu (26/12/2012).

Kata dia, dirinya sebagai Wakasek Kesiswaan hanya mendapat tugas untuk melakukan penjaringan nama siswa. Berikutnya, mengenai penyerahan beasiswa dilakukan oleh bendahara komite. “Dari awal sampai penyerahan beasiswa sudah melalui prosedur. Guru-guru juga dilibatkan. Saat uang cair pun, siswa di beritahu di berbagai kesempatan, termasuk saat upacara,” jelasnya.

Mengenai tak sesuainya nama orang tua siswa, ia mengaku, itu dilakukan asal saja. Karena pertimbangan waktu yang sempit di berikan oleh Dinas Dikpora Kota Bima. “Mengantisipasinya, nama orang tua siswa di tulis begitu saja. Tapi itu hanya beberapa orang saja. Namun yang pasti nama siswa yang berhak mendapatkannya tidak dirubah,” tandasnya.

Arifudin melanjutkan, masalah tersebut sudah dilaporkan oleh salah seorang siswa ke Polisi. Dirinya pun berharap masalah itu cepat tiba di meja Pengadilan, agar bisa diketahui siapa yang sebenarnya melakukan kesalahan. “Jika seandainya nanti saya tidak bersalah, saya akan melaporkan kembali Pak Abdul Hafidz dengan siswa yang melaporkan saya ke polisi,” ancamnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bima Drs. H. Syahbudin yang dimintai keterangan mengenai hal itu juga membantah keras. Dirinya mengaku BKMM sudah diserahkan semua ke siswa. “Tidak ada yang tidak menerima BKMM itu, semua siswa sudah menerimanya. Bahkan laporannya sudah diserahkan ke Dinas Dikpora Kota Bima dan tembusan ke Dinas Dikpora Provinsi,” ujarnya.

Dia mengaku sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Abdul Hafid, S.Pd tersebut. Karena aksi buka-bukaan yang dilakukan oleh guru Bahasa Inggris itu tidak lebih awal melalui dirinya. “Saya ini atasan dia, mestinya lebih awal di beritahu dulu ke saya. Tapi Pak Abdul Hafid, S.Pd melakukan dengan caranya sendiri. Saya anggap dia itu orang yang sakit,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, permasalahan penyaluran beasiswa BKMM itu dipicu oleh pernyataan salah seorang guru PNS SMAN 2 Kota Bima, Abdul Hafid, S.Pd  yang menuding program BKMM tahun 2010 lalu di SMAN 2 Kota Bima sebagian besar tidak disampaikan kepada siswa yang berhak menerimanya. Kalaupun ada yang terima, namun hanya setengah saja. Sisanya, raib entah kemana. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Andri

    ah emank ne guru dari kita msh sma udh gk jujur. Bacotx az yg gede. Skrg az dia lg brusha nyogok polisi. Semoga kebenaran terkuak, dan tdk ada lg Arifuddin2 lain yg brani mkn uang yg bkn haknya.

  2. yunitha

    hey anda kl ga tau apa2 ga usah bacot dong, itu hanya oknum yg sirik pake acara nglapor k polisi, buktinya aja ga kuat dan siswa yg melapor sudah meminta maaf k pak arifuddin karena telah d peralat oleh pak abdul hafid untuk memfitnah beliau!!

  3. Alumni siswa sma 2

    sy sering berurusan dengan beliau saat masih bersekolah di SMA 2. dan sy setuju dengan komentar andri, guru ini emang banyak bicara tapi pembuktian dari apa yg dibicarakan itu hanya sedikit.
    saat sy masih bersekolah di sma 2 dan masih berstatus sebagai anggota osis yg salah satu pembinanya adalah beliau, beliau sering meminta separuh dari dana osis yang kami cairkan untuk suatu alasan yg pada saat itu tidak logis. bukan hanya itu tapi masih banyak kebusukan dari beliau yg selama ini ditutup-tutupi. silahkan dibongkar habis kebusukan beliau, kami selalu mendukung !

  4. alumni sma 2

    anda mengatakan alumni sma 2 dari mana? sy jg alumni dan juga pengurus OSIS, saya justru bangga dengan beliau, begitu banyak bimbingan beliau kepada kami, bagaimana berorganisasi yang baik, jangan ngaku2 hanya untuk membentuk opini negatif tentang beliau, kita tunggu saja proses hukum berjalan dan hati2 untuk pak abdul hafid karena apabila terbukti maka akan dituntut balik, dan akan diproses secara administrasi kepegawaian..

  5. alumni SMA 2 Kobi

    Saya juga anggota Osis angkatan tahun 2010, sy tau pak abdul hafid adalah guru yang baru pindah.
    Setau saya pak Arifuddin adalah guru yang sangat disiplin, beliau begitu tegas dan juga banyak membimbing siswa, bagi siswa2 yang nakal memang sangat memusuhi beliau karena tidak bisa bergerak banyak,, jadi yang komen tentang beliau yang negatif pasti mereka siswa2 yang nakal disekolah.
    masalah Beasiswa beliau selalu bertanya ke seluruh kelas siapa2 saja yg merasa kurang mampu silahkan masukan daftar dan laporkan ke wali kelas masing2,
    memang siswa tidak menerima uangnya karena langsung menjadi pembayaran uang komite, dan bukan pak arifuddin yang membagi uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *