Hujan Angin Tumbangkan Pohon dan Baliho

Kota Bima,  Kahaba.- Ditengah terjangan hujan dan angin kencang yang melanda Kota Bima beberapa hari terakhir, aktivitas di luar rumah khususnya berada di sekitar baliho bisa jadi sangat membahayakan. Rabu (9/1/2013) kemarin misalnya, sejumlah pohon dibeberapa kawasan terbuka hijau serta sejumlah baliho pasangan Calon Walikota Bima ambruk dihantam angin.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang terjadi di depan RSUD Bima, sebatang pohon setinggi 20 meter dan diameter 30 sentimeter tumbang pada pukul 10.00 Wita. Bahkan pohon itu nyaris menimpa sekumpulan tukang ojek yang tengah beraktifitas disekitarnya.  Cabang dan ranting pohon tumbang itu juga sempat mengganggu pengguna jalan.

Tak hanya pohon, berdasarkan pantauan Kahaba sejumlah baliho politik yang berdiri di depan RSUD Bima, depan Rumah Tahanan (rutan) Bima dan beberapa tempat lainnya turut menjadi korban kencangnya angin hari itu. Sejumlah baliho yang berdiri di tempat-tempat strategis di Kota Bima roboh.

Kendati tidak memakan korban, dari robohnya media kampanye banyak tokoh tersebut harusnya menjadi peringatan bagi banyak pihak. Bagi masyarakat untuk mewaspadai bahaya berada sekitar baliho ditengah angin kencang yang kerap melanda kota belakangan ini, juga para pemasang baliho agar lebih memperhatikan keselamatan warga.

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Ir. Hj. Jaenab yang dikonfirmasi terkait masalah ini membenarkan tumbangnya sejumlah pohon di beberapa wilayah Kota Bima akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir.

Untuk mengantisipasinya DKPP telah mengerahkan sejumlah petugas untuk melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dinilai membahanyakan. “Itu sudah dua bulan terakhir kami lakukan dan akan lebih diintensifkan lagi kedepannya,” jawabnya singkat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *