Kerugian Akibat Gelombang Pasang Wera Capai Rp 2,47 Miliar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemkab Bima melansir kerugian materil akibat bencana gelombang pasang yang terjadi di pesisir utara Bima sejak tanggal 8 Januari 2013 mencapai Rp 2,47 Miliar. Nilai ini baru total kerugian kerusakan rumah penduduk dan infrastruktur jalan yang terdata di Kecamatan Wera dan Ambalawi saja.

Ilustrasi

Ilustrasi

Setelah bencana gelombang pasang yang menghantam pesisir utara kecamatan Wera dan Ambalawi tanggal 8 Januari pukul 17.00 Wita lalu, Pemkab Bima melalui Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan sejumlah langkah tanggap darurat.

Seperti yang diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Bima Drs. Sulhan, MT, instansinya telah mendata jumlah kerugian gelombang pasang yang terjadi di desa Sangiang kecamatan Wera dan desa Mawu kecamatan Ambalawi. Bencana tersebut telah mengakibatkan rusaknya prasarana tempat tinggal warga, jalan raya dan talud penahan gelombang di ruas jalan wilayah pesisir Kecamatan Wera dan Ambalawi.

Berdasarkan data data terakhir yang telah diferivikasi di lapangan, gelombang pasang tersebut telah mengakibatkan 29 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang dan 14 rumah rusak ringan. Atau total kerusakan 49 rumah yang ditinggali  210 jiwa pada 49 kepala keluarga (KK). Estimasi kerugian akibat kerusakan pemukiman warga ini berkisar Rp 782,5 ratus juta.

Sementara itu, pada  sektor infrastruktur  transporatasi darat , terdapat kerusakan di ruas jalan  lintas Bima-Wera di desa Mawu Dusun Tololai, Dusun Mawu Pantai, Dusun Ujung Kalate, Dusun Pasir Putih sepanjang 2.500 meter dengan perkiraan kerugian Rp 1,69 miliar.

“Dengan demikian total kerugian pemukiman warga dan infrastruktur jalan mencapai Rp 2,47 miliar,” papar Sulhan.

Lanjutnya, langkah tanggap darurat telah dilakukan BPBD  sejak  Rabu (9/1/2013). Setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, pada hari Kamis (10/1) BPBD  juga  melakukan pendataan lanjutan kejadian bencana dan  memberikan bantuan tanggap darurat logistik kepada warga yang terkena bencana.

Bantuan yang diserahkan BPBD berupa 17 paket peralatan dapur,  33 unit kompor serbaguna, 33 lembar  matras, 15 paket kit ware, 19 paket  lauk pauk, 5 paket makanan siap saji  dan 66 paket makanan tambahan gizi. Selain BPBD,  Dinas Sosial Kabupaten Bima juga memberikan bantuan tanggap darurat logistik berupa 300 kg beras, 11 dus  sarden, 17 dus  Mi Instan, 6 botol  minyak goring, 6 lembar matras dan 6 lambar tarpal.

Sulhan berharap,  bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban warga masyarakat yang mengalami musibah yang terjadi di desa masing-masing. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Mungkin tuhan mulai bosan dengn tingkah kita.
    Harapan hentikan exploitasi pasir besi di kec. Wera kab. Bima .karena akan membawa dampak bencana Abrasi sepanjang pantai.yang mengakibatkan hancurnya jalan raya dan tanggul.mungkn kpd temen2 CLBK dan Dinas terkait serius memperhatikan laut dengan mencoba melakukan penanaman pohon bakau.atau pohon mangrove.Sbg upaya terkecil yg mungkin berguna bagi daerah kita disana. ATAS Segala perhatianya sy ucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *