Guru SMPN 15 Kota Bima Kembali Mengajar

Kota Bima, Kahaba.- Aktivitas belajar dan mengajar di SMPN 15 Kota bIma kembali normal, setelah para guru yang melakukan mogok mengajar kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Sementara Bunga (25), guru  yang menjadi korban pemerkosaan di sekolah itu beberapa waktu lalu telah dipindahkan menuju sekolah lain yang lebih dekat dari rumahnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang diungkap oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, KBM sekolah tersebut sudah aktif kembali setelah kembali bertugasnya para guru yang merasa trauma dan was-was akibat pelaku insiden pemerkosaan di sekolah tersebut belum ditangkap. Kendati demikian namun pihak sekolah dan guru-guru masih berharap AM (27), pelaku pemerkosaan itu segera ditangkap polisi.

Terkait kondisi korban sendiri, diakui Alwi, pekan depan Bunga sudah dapat bekerja. Namun untuk menghapus trauma korban, ia kini sudah dipindah-tugaskan ke kesekolah terdekat. “Tidak lagi di SMPN 15, Bunga sudah dipindahkan ke sekolah lain yang dirasakan lebih aman dan tidak jauh dari perkampungan penduduk,” kata dia Selasa (29/1/2013) pagi.

Lanjut Alwi, selain telah memindahkan Bunga, pihaknya juga telah mengajukan tiga guru baru untuk bertugas di sekolah yang terletak di perbukitan itu. Karena kondisi geografis sekolah tersebut, guru baru yang diusulkan itu berjenis kelamin laki-laki. “Semua guru baru itu berstatus PNS, ini kami lakukan karena sekolah itu selama ini hanya memiliki satu guru PNS,” ujar Alwi

Sementara Kapolres Bima-Kota AKBP. Kumbul KS, S.Ik dikonfirmasi terpisah mengaku masih berupaya mengejar pelaku. Ia mengharapkan seluruh pihak untuk bersabar, apalagi pelaku disinalir telah berada di luar daerah. “Pekan lalu kami melakukan pemantauan di tiga titik wilayah yang dicurigai sebagai tempat pelaku bersembuyi, namun nihil,” ucapnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *