Mantan Hakim dan Pengusaha di Ni’u Dapat Jamkesmas?

Kota Bima, Kahaba.- Dugaan salah sasaran dalam pendataan penerima kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) kembali didapati di Lingkungan Ni’u Kecamatan Dara. Kelurahan setempat hingga kini enggan membagikan kartu tersebut dengan alasan ditemukannya banyak indikasi tidak tepat sasaran, termasuk tercantumnya nama mantan hakim dan pengusaha setempat sebagai penerima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kesan pendataan asal-asalan, yang  justru akhirnya berimbas pada kerugian masyarakat yang kehilangan haknya terhadap akses kesehatan gratis menjadi isu yang mengemuka dalam pendistribusian kartu Jamkesmas di Lingkungan Niu Kelurahan Dara. Berdasarkan informasi yang diterima oleh Kahaba, Ketua RT setempat untuk sementara memilih untuk tidak membagikan kartu itu  dinilai tidak tepat sasaran.

Diduga pendataan tersebut karena dilakukan asal-asalan oleh BPS Kota Bima. Bagaimana tidak, sejumlah warga yang tergolong tidak mampu secara ekonomi sehingga berhak mendapatkannya, justru tidak tercatat. Ironisnya, malah orang yang kaya, diantaranya mantan Hakim dan pengusaha garam setempat tercantum dalam penerima kartu pengobatan murah itu.

Kepala Kelurahan Dara, Syahbuddin, S.Sos yang dihubungi di kantornya usai pelaksanaan Musrembang Selasa (12/2/2013) kemarin, tersenyum begitu mendengar pertanyaan awak media tentang hal itu. Ia mengaku, kartu tersebut masih disimpan dan tak boleh dibagikan. “Yang memiliki nama dan tergolong kaya juga enggan menerima kartu itu,” ujarnya.

Ia pun menuding terjadi kesalahan pendataan yang dilakukan oleh BPS. Karena tak berkoordinasi dengan lurah dan RT RW setempat, penerima Jamkesmas justru diperoleh oleh orang yang tidak berhak. Karena adanya kesalahan data ini, pihaknya pun menahan sementara pendistribusian kartu-kartu Jamkesmas itu hingga nama tersebut diganti dengan nama warga miskin yang memang berhak untuk mendapatkannya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *