Masih Banyak Proyek ‘Asal Jadi’

Kabupaten Bima, Kahaba.- Selain temuan terkait proyek bencana alam BPBD, sejumlah paket proyek oleh pihak lainnya juga tak lepas dari sorotan anggota dewan. Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan selama sepekan yang dilakukan oleh Komisi III  DPRD Kabupaten Bima, ditemukan banyak proyek dengan anggaran APBD 2012 yang terkesan dikerjakan asal jadi.

Proyek pelebaran jalan arah Amahami hingga batas kota. Foto: Arief

Ilustrasi. Foto: Arief

Seperti yang diungkap oleh Ketua Komisi III Fahrirahman, ST pada saat rapat paripurna penyampaian hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) dewan terhadap hasil kegiatan terkait pelaksanaan APBD 2012, Senin kemarin, di ruang rapat utama DPRD Kabupaten Bima, proyek-proyek itu cenderung menyalahi gambar dan bestek yang telah ditentukan, termasuk tidak melihat estetika pembangunannya.

Dintaranya, pembangunan jembatan Konco Rida di Kecamatan Bolo, yang awalnya banyak menyisakan material disisi kiri dan kanan konstruksi jembatan. Namun secara langsung telah dibersihkan dan diperbaiki pihak kontraktor berdasar perintah Dinas PU.

Temuan proyek lain yang bermasalah, lapor Fahri, pembangunan gedung Paruga Toi di Desa O’o Kecamatan Donggo. Pada pembangunan itu, Komisinya menemukan pekerjaan yang belum dituntaskan. Disamping itu, bangunan yang terletak tepat di disamping kantor Camat setempat, posisinya berada di bawah tebing pegunungan, sehingga ketika musim hujan terjadi rembesan air yang cukup deras dari atas pegunungan. Alhasil berpotensi menggenangi areal induk Paruga Toi, terlebih struktur bangunan sangat terbuka.

Untuk itu Komisi III, pasti Fahri, merekomendasikan terhadap temuan tersebut pada pemerintah daerah, agar dalam perencanaan detil setiap proyek pembangunan baik yang menyangkut lokasi proyek, struktur bangunan dan hal lainnya, harus dilakukan secara cermat dan betul-betul memperhatikan kondisi setempat.

“Pembangunan harus tepat waktu sehingga tidak terjadi lagi sistem proyek luncuran yang sering terjadi selama ini. Ketepatan waktu harus dimulai sejak awal perencanaan, pelaksanaan tender dan pelaksanaan pekerjaan maupun aspek lainnya, “desak duta PAN ini.

Proyek anggaran 2012 yang bermasalah sebagaimana temuan Komisi III, jelas Fahri, yakni penimbunan lapangan bola di Desa Nipa dan Talabiu. Berdasarkan hasil temuan lapornya, untuk pekerjaan penimbunan dua lapangan dimaksud, terlihat adanya pekerjaan yang berbeda kualitas antara dua pekerjaan yang sama. Padahal pagu dana dan volume yang tersedia jelasnya, pada dasarnya sama.

Untuk lapangan bola desa Nisa, pekerjaannya jauh lebih baik, mulai dari kondisi timbunan tanah yang lumayan padat hingga posisi lapangan yang cukup memadai berada di atas saluran drainase di sekeliling lapangan, sehingga proses pembuangan air tersalur dengan baik. Hal itu berbeda dengan kualitas pekerjaan lapangan bola Desa Talabiu. Sebabnya, dari hasil tinjauan lapangan, kondisi tanah timbunan tidak padat sehingga terlihat becek dimana-mana. Selain itu posisi ketinggian lapangan berada di bawah saluran drainase.

Atas temuan itu, komisi III merekomendasikan pada pemerintah kabupaten Bima agar segera memerintahkan kontraktor untuk memperbaiki pekerjaan sesuai bestek dalam waktu dekat. Kemudian meminta untuk melakukan pengawasan dan monitoring secara reguler terhadap pekerjaan kontraktor di lapangan. [AR*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *