Jembatan Sadia Membahayakan, Warga Was-Was

Kota Bima, Kahaba.- Bagian sisi jembatan Sadia yang amblas akibat terjangan banjir beberapa minggu yang lalu belum juga diperbaiki. Padahal, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, telah menjanjikan untuk secepatnya melakukan perbaikan.

Kondisi didi timur Jembatan Sadia

Kondisi sisi timur Jembatan Sadia

Belum diperbaikinya bagian jembatan membuat sejumlah pengguna jalan was-was ketika melintasi jembatan itu. Mengingat air sungai kini mulai mengikis tebing yang tak terlindungi dinding penahan tanah, badan jalan pun terancam rusak atau longsor bila banjir kembali terjadi.

Menurut penuturan Wahyudin, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari jembatan itu, sebagian jalur jalan di jembatan itu pernah ditutup warga demi alasan keselamatan. Namun jalur pada sisi timur jembatan itu kembali dibuka setelah DPU Kota Bima menjanjikan akan segera mengusahakan perbaikan.

Disesalkan olehnya, janji perbaikan itu tinggal janji. Hingga kini belum terlihat niatan pemerintah untuk melaksanakan rehabilitasi kondisi jembatan tersebut. “Jembatan yang tiap hari dilalui oleh Wakil Walikota Bima ini harus segera diperbaiki. Sebelum satu atau dua nyawa warga melayang pemerintah harus membuka matanya dan mendengarkan kebutuhan warga,” kesalnya.

Sementara kepala BPBD Kota Bima, Drs. Fahruroji yang ditemui di tempat berbeda mengaku, dalam waktu dekat segera melakukan perbaikan, pemerintah tetap menjadikan kerusakan tanggul tersebut skala prioritas. Hanya saja alasan Fahruroji, belum terlaksananya kegiatan perbaikan kendalanya saat ini sedang dilakukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari pengerjaan perbaikan tanggul dimaksud.

“Perhitungan RAB sedang difinalisasi, dalam dua pekan kedepan pengerjaannya sudah dapat dimulai dengan anggaran mendekati angka Rp 90 juta,” janjinya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *