Bima Lampau Dalam Gambar (55 Foto)

Kota Bima, Kahaba.- Berbicara sejarah adalah bicara fakta dan data-data. Citra yang diabadikan dalam selembar hasil fotografi bisa menjadi salah satu bukti kuat mengenai eksistensi nilai sejarah pada momen foto itu dibuat. Dalam catatan sejarah di Nusantara, khususnya Bima, foto-foto banyak berperan penting dalam menyingkap sejarah-sejarah penting daerah, dan lebih dari itu dengan melihat gambaran sebuah foto sejarah maka kita akan memiliki gambaran mengenai kondisi kemasyarakatan, politik, sosial dan budaya pada masa itu.

Bima pada masa lampau banyak terabadikan dalam foto-foto yang dibuat oleh penguasa pada masa itu. Berdasarkan penelusuran redaksi, Bima lebih banyak diabadikan ketika penjajah kolonial Belanda berkuasa di Dana Mbojo dibandingkan pada masa pendudukan Jepang. Foto-foto itu sebagian tersimpan sebagai arsip sejarah di Museum Asi Mbojo, maupun dikelola oleh keluarga kerajaaan di Museum Samparaja. Namun mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa ternyata banyak foto-foto bersejarah tentang Bima yang dibawa pulang oleh penjajah Belanda ke negerinya, dan sekarang tersimpan di museum-museum besar di negeri kincir angin itu.

Apabila pada era sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu foto itu hanya bisa diakses kalau kita berkunjung ke Belanda, maka pada era internet sekarang foto-foto bersejarah Bima pada masa kolonial sudah mulai dibuka oleh otoritas arsip dan museum negara itu untuk diakses melalui internet. Foto foto yang kami sajikan dibawah ini merupakan hasil penelusuran kami pada situs geheugenvannederland.nl dan kitlv.pictura-dp.nl, sebuah situs galeri foto digital dari museum-museum di Leiden, Belanda.

Berdasarkan tahun pengambilan foto, dari situs aslinya tertera produksi tahun 1880-an hingga 1953. Karena fotografer yang mengambil gambar adalah orang Belanda, maka foto-foto tersebut banyak bercerita mengenai Bima dari kacamata penjajah Belanda. Selain itu, foto kebanyakan dibuat pada momen penting pemerintahan, seperti kedatangan Gubernur Jenderal Belanda di Bima atau upacara pernikahan keluarga kerajaaan. Ada juga foto yang bercerita tentang kepulangan guru HIS Raba ke negeri asalnya, serta acara perpisahannya dengan siswa, kerabat, dan keluarga kerajaan Bima.

Redaksi memuat 55 buah foto Bima jaman dulu, bisa dilihat dalam galeri di bawah ini:

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Handini Eka

    Wah…. keren.
    Jaman dulu Bima begitu kaya akan adat budaya, sekarang sudah terkikis modernitas semu sehingga masyarakat tercerabut dari akarnya. Foto-foto ini semoga bukan hanya menggugah nostalgia kita, lebih dari itu bisa menjadi spirit kita mengembalikan kemajuan Bima dalam kebudayaan lokalnya.

    Makasih kahana.info 🙂

  2. Rifyal

    no koment!!! ini luar biasa, seperti kembali lagi ke masa silam :))
    gak nyangka ada dokumentasi sebanyak itu?! maju terus KAHABA…^_^
    terimakasih atas info2 bermanfaatnya!!!

  3. ketika berburu masa lalu adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yg serba kekurangan, namun berburu masa sekarang adalah kreasi budaya,tuk memenuhi taget pememrintah cpy dapat mendongkrak PAD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *