Porprov NTB ke IX Resmi Dibuka

Mataram.- Kahaba.- Ajang empat tahunan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke IX resmi dibuka oleh Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi, MM di lapangan GOR Turide Cakranegara Mataram, Ahad malam (15/6).

Kontingen Kota Bima Saat Pembukaan Porprov NTB ke IX di Mataram. Foto: Bin

.Kontingen Kota Bima Saat Pembukaan Porprov NTB ke IX di Mataram. Foto: Bin

Acara yang dihadiri ribuan pengunjung itu diawali dengan tarian adat daerah NTB, kemudian diikuti Drum Band dan devile dari kontingen.

Ketua Panitia Penyelenggara HM. Kasdiono dalam sambutannya mengatakan, tema kegiatan yang diusung yakni pada Porprov kali ini atas dasar kebersamaan membangkitan semangat olahraga Provinsi NTB, menuju PON ke XIX di Bandung Jawa Barat.

“Jika dulu PON sebelumnya NTB menargetkan 10 emas, di peroleh hasil 11 emas 5 perak 8 perunggu. maka di PON XIX Juni 2016 nanti, KONI NTB menargetkan 15 keping emas,” sebutnya.

Kata dia, jumlah atlet dan official yang ikut Porprov kali ini sebanyak 3059 orang.

Sementara itu, Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi, MM dalam sambutannya mengatakan ajang Porprov merupakan ajang untuk mencetak bakat dan berprestasi atlet. Kemudian menjadi yang terbaik, baik itu di NTB maupun di tingkat Nasional.

Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pengurus di daerah atas pembinaan dan pengembangan atlet. Keberhasil Porprov selama ini telah menunjukan hasil yang signifikan. Terbukti melalui PON tahun 2012, NTB berhasil terus meningkatkan perolehan medali.

“Harapan kedepannya, semoga kita meraih lebih banyak lagi emas. Minimal sebanyak 15 medali emas,” harapnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada atlet dan official untuk selalu menjunjung nilai – nilai sportifitas. Karena selain berkompetisi dalam meraih prestasi, ajang Porprov juga memiliki makna kebersamaan dan silaturahim.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *