Damrun Mudik, Ryder ini Berharap Bertemu Kepala Daerah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Merantau dari sejak tahun 2001 lalu, Damrun pemuda asal Desa Tente Kecamatan Woha yang telah mengharumkan nama Bima dengan prestasi meraih podium tiga pada kejuaraan  KRA  kelas 250 CC Sport Tahun 2015, di Sircuit Sentul Internasional Indonesia, kini pulang kampung.

Damrun bersama Gadis Payung sebelum berlaga. Foto: Facebook Damrun

Damrun bersama Gadis Payung sebelum berlaga. Foto: Facebook Damrun

Kepulangannya membawa harapan besar, bisa bertatap muka dengan Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten Bima, menyampaikan perjuangannya dan bercerita lebih banyak tentang sejumlah prestasi hingga bisa masuk bertempur dengan Ryder lain di Sircuit Sentul Internasional Indonesia.

Terbesit harapnya, Pemerintah bisa turut memberikan kontribusi bagi perkembangan prestasinya, juga berefek pada tumbuhnya semangat – semangat generasi muda Bima, untuk melakukan hal yang sama seperti dirinya, atau lebih dari itu. Meraih tropi dan kebanggaan mengharumkan nama Bima ditingkat Nasional bahkan Internasional.

“Besar sekali keinginan saya agar bisa bertemu Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima. Bercerita soal kejuaraan di Sircuit Sentul Internasional Indonesia. Sebab, keberhasilan putera daerah juga turut didorong dan perhatian Pemerintahnya,” kata Damrun.

Damrun yang dikenal dengan sebutan Rider Putra Sang Bima itu mengaku, akan tiba di Bima Selasa (28/6). Harapannya juga bisa duduk dan berbicara dengan Kepala Daerah, ingin menyampaikan pentingnya dibuatkan arena Road Race, untuk memfasilitasi generasi yang punya hobi balap. Agar tidak menyalurkan hobi pada lokasi yang bukan pada tempatnya.

Damrun. Foto: Facebook Damrun

Damrun. Foto: Facebook Damrun

“Generasi muda Bima punya hobi dan keberanian pada olahraga Balap. Tapi sayang, hobi tersebut tidak disalurkan secara baik. Akhirnya, nyawa melayang sia – sia karena harus beraksi di jalan raya,” ucapnya.

Untuk itu, sambung Damrun, penting kiranya Pemerintah Daerah mendorong terwujudnya arena Road Race untuk generasi muda yang hobi balap. Selain menyediakan sarana yang mendukung, generasi juga bisa terus mengasah kemampuan untuk bisa berlaga, kemudian bisa meningkat kemampuan untuk berlaga pada kancah Nasional.

Jika itu bisa dilakukan oleh Pemerintah, menurutnya, akan lahir pembalap – pembalap hebat yang bisa berbicara banyak di tingkat Provinsi, Nasional dan tidak menutup kemungkinan di tingkat Internasional.

“Saya sendiri awalnya tidak percaya bisa berlaga di Sircuit Sentul Internasional Indonesia. Tapi berkat kesungguhan dan terus berlatih dan mengikuti banyak event, bukan hal yang tidak mungkin keinginan itu bisa diwujudkan. Saya menjadi orang Bima pertama yang bisa menginjakkan kaki dan berlaga di Sircuit Sentul Internasional Indonesia,” tuturnya.

Damrun juga sangat berharap, akan banyak lahir generasi – generasi Bima yang bisa mengikuti jejaknya. Ryder yang bisa diperhitungkan di Sircuit Sentul Internasional Indonesia.

*Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *