Kepala BKKBN RI: Jumlah Penduduk Berpengaruh Pada Pembangunan Negara

Kota Bima, Kahaba.- Kepala BKKBN RI Surya Candra Surapaty saat mengisi materi pada kuliah umum tentang kependudukan di aula Alumni STISIP Mbojo Bima mengatakan, perkembangan pembangunan infrastruktur negara dan perkembangan ekonomi bangsa tergantung sungguh dari jumlah penduduk.

Kepala BKKBN RI Surya Candra Surapaty (Tengah) bersama Ketua STISIP Mbojo Bima Gufran. Foto: Deno

Kepala BKKBN RI Surya Candra Surapaty (Tengah) bersama Ketua STISIP Mbojo Bima Gufran. Foto: Deno

Menurut Surya Candra Surapaty, jumlah penduduk Indonesia masuk dalam urutan ke empat terbanyak di dunia, setelah Amerika, China dan India. Jumlah penduduk yang padat, menjadi masalah yang sudah ada di depan mata dan sesegera mungkin harus diatasi bersama, guna menyelamatkan dan mensukseskan perkembangan ekonomi dan terwujudnya pembangunan negara.

“Dalam teori demokrasi, kelahiran yang mencapai angka 2,6 persen tiap tahun merupakan angka yang akan menjadi masalah,” ungkapnya.

Maka dengan adanya program yang dicanangkan Presiden Jokowi tentang program KB, kata Surya Candra Surapaty, harus benar-benar dijalankan untuk penurunan angka tersebut menjadi 2,1 persen. Karena angka tersebut merupakan angka yang cukup ideal dalam sistem Demokrasi.

Angka 2,6 persen tersebut seakan-akan telah membawa manusia kembali pada zaman dulu yang belum mengenal KB, yang konon katanya banyak anak banyak rezeki. Pepatah tersebut menurut kepala BKKBN malah akan menjadi tantangan tersendiri, jika masih terus diberlakukan oleh warga.

Kuliah umum tentang kependudukan di aula Alumni STISIP Mbojo Bima. Foto: Deno

Kuliah umum tentang kependudukan di aula Alumni STISIP Mbojo Bima. Foto: Deno

Untuk itu, di bawah kepemimpinan dirinya, internal staf dari BKKBN harus menjadi contoh penduduk yang berkualitas, agar benar-benar membangun manusia Indonesia. Menjadi pelopor revolusi mental, agar karakter masyarakat terbentuk. Kader-kadernya juga berkualitas.

Dijelasnnya juga, ada tiga elemen kependudukan yang benar-benar harus dibenahi. Pertama, kuantitas penduduk atau variabel kelahiran yang harus dikendalikan. Kedua, kualitas penduduk juga ditingkatkan, karena penduduk adalah subjek maupun objek pembangunan. Lalu yang ketiga, mobilitas penduduk harus diarahkan secara vertikal atau secara sosial dan horizontal atau secara geografis.

Pada kesempatan tersebut, karena pada awal tahun 2016 antara STISIP Mbojo Bima dengan BKKBN Provinsi NTB sudah terbangun kerjasama, maka direalisasikan dengan pemberian materi dalam kuliah umum dengan tema ‘Revolusi Karakter Bangsa Melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembanguna Keluarga’.

Sebelumnya, Ketua Lembaga STISIP Mbojo Bima Gufran mengatakan, kedatangan BKKBN merupakan wujud realisasi keharmonisan kerja sama yang sudah dibangun. Selain kegiatan ini, pihaknya dengan BKKBN sudah melakukan kerjasama dalam rangka mensosialisasikan tentang program BKKBN lewat kegiatan KKN Mahasiswa STISIP dua bulan lalu.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *