Komisi IV: Kita Alokasi Rp400 Juta Untuk Pasien Miskin, Dikemanakan?

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima Muhammad Aminurlah mempertanyakan sistem pelayanan RSUD Bima (BLUD Bima) terhadap pasien miskin untuk mendapatkan perawatan medis dan tindakan pelayanan lainnya.  (Baca. Tak Mampu Sewa Ambulance, Jenazah Bayi Ini Dipulangkan Pakai Motor)

Anggota DPRD Kabupaten Bima M. Aminurlah. Foto: Ady

Padahal kata Maman sapaan akrab Politisi asal Sape ini, setiap tahun DPRD Kabupaten Bima tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu kebutuhan biaya pelayanan kesehatan pasien miskin.

“Tahun ini, kita sudah alokasi anggaran Rp400 juta untuk membantu pasien miskin. Dikemanakan (anggaran) itu?,” tanya Maman heran usai mengetahui informasi adanya jenazah bayi bernama Julkaidah yang tidak diantar ambulan hanya karena alasan tidak ada biaya sewa. (Baca. Ihsan Minta Maaf, Begini Cerita Versi RSUD Bima Soal Jenazah Bayi Asal Wora)

Ia melihat, belum ada keseriusan pemerintah daerah untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Bima. Padahal, diketahuinya RSUD Bima telah mendapatkan akreditasi pengakuan standar mutu layanan kesehatan.

“Kami di legislatif mengesahkan anggaran Rp400 juta itu tujuannya untuk membantu warga tidak mampu, khususnya pasien miskin. Harusnya itu digunakan dengan baik,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Bima ini menyesalkan. (Baca. Inspektorat Turun ke RSUD Bima, Investigasi Soal Jenazah Bayi Dipulangkan Pakai Motor)

Menyikapi persoalan ini, pihaknya di Komisi IV meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima mengevaluasi kembali sistem pelayanan RSUD Bima. Sehingga standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan bisa dijalankan dengan baik.

“Agar kami mendapatkan kejelasan juga bagaimana persoalan ini dapat terjadi, kita akan agendakan pemanggilan terhadap jajaran Direksi RSUD Bima,” tegas Maman. (Baca. Pakar: Alasan Miskomunikasi, Perlihatkan Bobroknya RSUD Bima)

*Kahaba-03 

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *