Pelatihan Pesantrenpreneur, Lutfi: Berwirausaha Sejak Dini Itu Penting

Kota Bima. Kahaba.- Dalam rangka mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengadakan Pelatihan Pesantrenpreneur, di Pondok Al-Husainy Kota Bima, Senin (14/1). Kegiatan itu mengangkat tema “Menciptakan Generasi Yang Kreatif dan Semangat Berwirausaha”.

Pelatihan Pesantrenpreneur, di Pondok Al-Husainy Kota Bima. Foto: Ist

Ketua panitia Supriatman menuturkan, kegiatan pesantrenpreneur ini merupakan kegiatan yang sangat baik, untuk mengasah para santri dan santriwati agar bisa memulai berwirausaha sejak dini.

“Kegiatan ini bertujuan agar santri dan santriwati mampu menggali potensi yang terpendam. Sehingga tercipta generasi yang cinta wirausaha,” ungkapnya.

Kata Supriatman, kegiatan yang dihadiri Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Agama Kota Bima dan Baznas Kota Bima, akan berlangsung selama 3 hari, Mulai tanggal 14 Januari – 16 Januari 2019.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan dorongan berwirausaha bagi para santri,” harapnya.

Sementara itu Walikota Bima H Muhammad Lutfi yang hadir membuka acara Pesantrenpreneur menyambut gembira kegiatan dimaksud. Menurutnya, mengasah kemampuan berwirausaha sejak dini itu penting. Agar menjadi modal hidup, jika kelak para santri dan santriwati tuntas menimba ilmu di pondok pesantren.

“Semoga pelatihan ini lahir wirausaha muda dari tiap-tiap pesantren yang ada di Kota Bima,” harapnya.

Lutfi juga berpesan, santri dan santriwati harus memiliki modal ketekunan, kedisiplinan dan kejujuran. Karena itu menjadi modal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Apalagi jika modal itu bisa diterapkan dalam berwirausaha. Sesuatu yang dirintis sejak kecil akan besar dan sukses.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *