KMI Desak Segera Ungkap Pelaku Penyebar Hoax WA Kapolres

Kota Bima, Kahaba.- LSM Kasatria Muda Indonesia (KMI) kembali menggelar aksi depan Mako Polres Bima Kota, Senin (15/4). Belasan orang itu meminta agar polisi serius mengungkap siapa pelaku yang menyebar hoax, tentang percakapan Kapolres Bima Kota AKPB Erwin Ardiansyah tentang dukungan kepada calon presiden Nomor Urut 1 melalui WhatsApp grup. (Baca. Dicatut Namanya Dalam WA Grup Hoax, Kapolres Bima Kota Geram)

KMI saat menggelar aksi di depan Mako Polres Bima Kota. Foto: Deno

Koordinator aksi Asmudianto menyampaikan, kendati sudah keluar peryataan resmi dari pihak Bawaslu, bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran terhadap percakapan itu. Namun proses penyelidikan kepolisian melalui tim cayber tidak harus berakhir begitu saja. (Baca. Kapolres Bima Kota Dilapor ke Bawaslu)

“Masalah ini sudah merusak marwah kepolisian. Untuk itu, polisi harus mengungkap siapa pelaku penyebar hoax tersebut. Buktikan pada masyarakat jika itu berita hoax dan pelakunya ditangkap hingga diproses hukum,” desaknya. (Baca. KMI Desak Kapolri Copot Kapolres Bima Kota)

Asmudianto mengatakan, pihaknya tetap mengawal jalannya proses penyelidikan masalah tersebut. Ia menganggap persoalan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, apalagi ini menyangkut nama baik dan kepolisian.

Sementara itu Kasat Binmas Polres Bima Kota AKP M Yamin yang menemui massa aksi menyampaikan, persoalan tersebut sudah ditangani oleh tim Cyber dari Polda NTB.

“Persoalan ini tidak bisa diungkap seperti mengungkap kasus pidana umum. Karena ini menyangkut IT, tentu membutuhkan waktu,” katanya.

Untuk menjelaskan terlalu jauh proses penanganan kasus itu, pihaknya tidak punya wewenang, karena masalah itu ditangani Mabes Polda NTB.

“Kami belum tahu pasti sejauh mana proses penanganannya, yang jelas tim Cyber Polda tetap menyelidiki pelaku penyebar hoax itu,” ungkapnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *