Puasa dan Terik, Masyarakat Donggo Masih Panen Jagung

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mayoritas masyarakat Kecamatan Donggo adalah petani jagung. Selain menjalani aktivitas lain sesuai profesi seperti mengajar bagi yang guru dan berjualan.

Tumpukan jagung yang sudah dipanen. Foto: Ist

Pada Bulan Ramadan seperti ini, sebagian besar masyarakat Donggo tak berhenti dengan aktivitas di ladang jagung. Sebab, masa panen jagung yang teramat lama membuat sebagian masyarakat harus setia berada di ladang meski bulan puasa.

Tasrif, pria yang juga guru disalah satu madrasah di Desa Mpili Kecamatan Donggo mengungkapkan, sekitar 30 persen masyarakat Donggo masih berada di ladang. Mereka harus disibukan dengan mengurus panen jagung.

“Kami tetap kerja walau hanya setengah hari. Meski ini bulan puasa, kami masih tetap bekerja untuk mengurus jagung,” ujar Tasrif, Senin (13/5).

Menurut dia, keterlambatan penanaman jagung pada akhir Desember 2018 lalu hingga Januari 2019, kemudian di Bulan Ramadan tahun ini membuat sebagian masyarakat masih melakukan panen jagung.

“Penyebabnya hanya itu, tapi itu tidak apa-apa. Walaupun kami bekerja saat puasa, harga jagung yang masih stabil membuat kami tetap bersemangat,” katanya.

Di bulan puasa ini, ia berharap harga jagung tetap stabil atau bisa dinaikkan agar masyarakat bisa meraih sedikit keuntungan.

“Sejauh ini harga jagung masih aman. Mudah-mudahan tetap seperti ini,” jelasnya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *