Pembunuhan Sadis, Pria Ini Tewas di Tangan Menantu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Terjadi tidak pidana pembunuhan sadis di Dusun Mangge Baru Desa Mangge Kecamatan Lambu, Senin (10/2) sekitar pukul 15.00 Wita. Muhamad Kasim (60) harus tewas ditangan FA (30) yang merupakan menantunya sendiri.

Kondisi korban pembunuhan di Lambu. Foto: Ist

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono melalui Kasubbag Humas AKP Hasnun menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya korban sedang makan di dapur rumahnya. Tiba-tiba pelaku datang dan membacoknya hingga meninggal di tempat.

Usai membacok korban, pelaku langsung melarikan diri. Saat keluar dari dapur, korban sambil menyelipkan sebilah parang di pinggangnya dan dilihat oleh saksi.

“Beberapa orang warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut masuk dalam dapur untuk melihat kondisi korban. Setelah dicek, ternyata korban sudah berlumuran darah dengan sejumlah luka,” katanya.

Ia menyebutkan, sejumlah lukas serius yang dialamai korban yakni luka bacok di kepala sebelah kiri, luka bacok di bawah rahang, di leher bagian kiri nyaris putus, luka bacok di leher bagian depan, luka bacok di pergelangan tangan sebelah kiri, luka bacok dari pundak ke punggung sebelah kanan dan luka bacok pada selah ibu jari dan telunjuk kanan.

“Kami masih mendalami motif pembunuhan ini, yang kami tau bahwa korban merupakan mertua dari terduga pelaku,” ujarnya.

Kata Hasnun, korban sudah dilakukan Visum Et Evertum di Puskesmas Lambu dan polisi mengarahkan keluarga korban untuk memberikan laporan secara resmi ke Polsek Lambu. Kini pihaknya sudah mendatangi TKP dan mengumpulkan informasi dari beberapa saksi.

“Kami juga meminta agar keluarga terduga pelaku untuk menyerahkan FA ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Hasnun.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *