Harga Ikan Anjlok, Warga Kolo Minta Pemerintah Hadirkan Mesin Pendingin Ikan

Kota Bima, Kahaba.- Menutup agenda reses masa sidang II tahun 2020, 5 orang anggota DPRD Kota Bima Dapil Kecamatan Asakota menyambangi warga Kelurahan Kolo, Jumat sore (21/2). Momen serap aspirasi tersebut pun dimanfaatkan dengan baik oleh warga menyampaikan keinginan.

Reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota saat reses di Kolo. Foto: Bin

Seperti yang disampaikan oleh Nazamuddin, ia mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir harga ikan di Kolo sangat rendah. Apalagi jika jumlah ikan yang dicari para nelayan sangat banyak, namun harganya turun drastis.

“Karena tidak punya harga, ikan bahkan dibuang dan dipakai untuk makan ternak,” ungkapnya.

Padahal semua tahu kata dia, masyarakat di Kelurahan Kolo mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Maka jika harga ikan anjlok, para nelayan bisa hidup susah. Karena tidak ada lagi mata pencaharian lain yang harus dilakukan.

Untuk itu, Nazamuddin meminta agar pemerintah melalui anggota dewan memperjuangkan investor yang bisa membawa mesin mendingin ikan atau Cold Storage. Agar ikan-ikan hasil tangkapan nelayan, tidak dibuang-buang tapi bisa disimpan di mesin pendingin.

“Besar harapan kami ini bisa diwujudkan” harapnya.

Warga Kolo yang lain, Nurmariam meminta agar air bersih wilayah RT 10 dan 11 diperhatikan. Kemudian soal PAUD di Kolo yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dan soal gaji honorer yang hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Menjawab aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Bima Hj Guna Anggriani menjelaskan bahwa keinginan untuk mengupayakan mesin pendingin ikan sudah dilakukan. Pihaknya melalui komisi II sudah menemui Pemerintah Provinsi NTB, meminta agar ada pengadaan mesin tersebut.

“Kita sudah konsultasi di Pemprov NTB untuk memperjuangkan mesin pendingin ikan tersebut. Agar dibangun di Kelurahan Kolo. Agar ikan – ikan bisa disimpan dengan waktu lama, dan harganya tidak anjlok,” jelasnya.

Hasil konsultasi dengan Pemprov NTB tersebut sambung Gina, pemerintah setempat akan secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Agar keinginan tersebut bisa segera diwujudkan.

“Masalah ini sudah saya pikirkan sebelum aspirasi ini disampaikan, karena saya juga orang Kolo. Untuk itu, kita minta doa dari semua warga Kolo, semoga keinginan bersama ini terwujud dan masyarakat Kolo tidak kesusahan dengan harga ikan yang anjlok,” terangnya.

Soal aspirasi lain, anggota dewan Syamsuddin mengaku akan memperjuangkan. 5 orang dewan dari Asakota akan memaksimalkan peran untuk mewujudkan aspirasi tersebut.

Mengenai PAUD, ia mengungkapkan bahwa hasil kunjungan Monev dewan di OPD terkait, ditemukan banyak PAUD dan PKBM Fiktif. Maka ke depan, akan tinjau langsung kondisi PAUD dan PKBM di Kota Bima, agar terdeteksi mana yang aktif dan tidak.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hj Anggriani menambahkan, ada paket pekerjaan yang masuk di Kolo di tahun 2020, dari hasil reses pada tahun sebelumnya 6 item.

Ia menyebutkan, pekerjaan tersebut seperti pembangunan drainase di So Ati, penataan Lapangan Kolo, pembukaan jalan baru dan penataan jalan lingkungan Kolo, peningkatan jalan dan peningkatan pariwisata di Kolo Rp 1,5 miliar.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *