oleh

RDP, Dewan Sorot Dikes Dari Berbagai Persoalan

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Banyaknya keluhan dan laporan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatansaat reses dan Monitoring dan Evaluasi (Monev), DPRD Kota Bima melalui Komisi I menggelar agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dikes), Senin (17/3).

Kepala Dinas Kesehatan H Azhari beserta jajaran saat agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Banggar DPRD Kota Bima. Foto: Eric

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Muhammad Irfan menyampaikan, berdasarkan hasil pembahasan usai menyerap aspirasi saat reses dan monev pekan kemarin. Banyak catatan, seperti terkait Labkesda yang mendapatkan predikat terbaik, tapi sepi pengunjung. Kemudian jumlah tenaga kerja di Puskesmas (PKM) justeru lebih banyak dibandingkan RSUD Kota Bima.

“Serta yang paling penting adalah, sejauh mana Dikes mempersiapkan sejak dini menghadapi berbagai penyakit yang muncul, terutama Corona atau Covid-19 yang sudah menjadi pembahasan internasional,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dikes Kota Bima H Azhari yang dimintai tanggapan mengakui bahwa Labkesda mendapat predikat akreditasi terbaik. Namun harus diakui bahwa untuk menjaga dan mengawalnya cukup berat, karena syaratnya harus ada dokter spesialis patologi klinik.

“Inshaa Allah pelayanan Labkesda akan lebih maksimal, karena tahun ini kami mendapatkan bantuan tambahan pembangunan gedung untuk labkesda,” terangnya.

Kemudian terkait jumlah tenaga kerja di PKM lebih banyak dengan RSUD Kota Bima, itu tidak bisa dijelaskan secara detail. Karena perpindahan pegawai di bawah naungan Dikes, justeru tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Baik bidan dan juga perawat yang kami tahu tiba-tiba pindah, padahal kami sebagai leading sektor tidak diberitahu. Hasil analisa kami, perpindahan itu disebabkan faktor lain sehingga bisa ditelusuri langsung di BKPSDM,” bebernya.

Azhari menambahkan, terkait penanganan atau antisipasi penyakit virus corona. Justeru saat ini pihaknya tidak takut terhadap virus itu, karena untuk Kota Bima yang cukup berbahaya adalah DBD dan TBC. Hampir seluruh wilayah di Kota Bima penderita DBD dan TBC meningkat, dengan jumlah penderita sudah mencapai 80 lebih penderita.

“Untuk penderita TBC saat ini cukup dengan minum obat secara teratur, sedangkan DBD juga telah dilakukan fogging. Namun ini bukan jalan keluar langsung, karena racun fogging itu bisa menempel di rumah mencapai 8 hari. Yang terpenting adalah pola hidup bersih dan sehat, Inshaa Allah semua penyakit tidak mudah menyerang,” tandasnya.

Lalu terkait informasi 2 warga Kota Bima yang suspect Corona ditegaskannya negatif, karena kondisi kesehatan pasca sepulang Umroh mengalami perubahan. Cuaca di Arab Saudi dan Indonesia berbeda cukup jauh, sehingga kondisi badan warga juga turut berubah.

“Di Arab Saudi cuaca mencapai 21 derajat celcius, sedangkang di Kota Bima mencapai 36 derajat celcius. Sehingga badan yang suspect corona saat kembali di Bima mengalami perubahan. Tapi apapun itu, pihaknya tetap optimal bekerja untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Kota Bima,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru