oleh

Nyawa Manusia Dalam Ancaman, Bupati Bima Dinilai Lamban Tangani Corona

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima menuding Bupati Bima lamban menangani penyebaran Virus Corona. Bahkan kejelasan anggaran untuk penanganan pandemi global tersebut belum jelas adanya.

3 anggota DPRD Kabupaten Bima yang menyorot kinerja Bupati Bima. Foto: Ist

Anggota DPRD Kota Bima Mustakim menilai Bupati Bima tidak peka dan reaktif mencermati kondisi wabah virus tersebut. Malah yang diketahuinya Bupati hanya terlihat sibuk mencitrakan diri dengan membagikan masker dan bantuan.

“Hal penting dan prinsip terkait penanganan covid-19 seperti anggaran yang disediakan pemerintah, hingga hari ini belum ada kejelasan berapa besarnya,” sorot duta Nasdem tersebut, Selasa (14/4).

Mestinya kata Mustakim, Bupati harus serius membahas alokasi penganggaran untuk Covid-19. Mereka saja sebagai mitra eksekutif, tidak mengetahui berapa anggaran yang disediakan untuk penangangan covid-19 ini.

Wakil rakyat lain, Supardi melihat tak ada langkah konkrit Bupati Bima terhadap pencegahan wabah tersebut. Yang ia tahu hanya jatuh korban baik yang Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) seperti di Sanggar, Bolo.

“Kerja eksekutif ini kan serampangan dan tidak membijaki penanganan covid-19 secara sistematis termasuk soal keberpihakan anggaran,” tudingnya.

Ia mencontohkan seperti di Kota Bima. Setelah menyediakan anggaran Rp 800 juta lebih, kini tengah mengusulkan pada legislatif perubahan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 14 Miliar.

“Itu langkah cerdas, demikian pun yang kami harapkan dari Bupati Bima dan jajarannya,” tukas Duta Partai Gerindra tersebut.

Sementara dari Duta PPP, Ardiwin mengatakan, pemerintah harus sigap dalam hal penanganan Virus Corona. Tidak hanya pencitraan dengan membagikan APD, tapi juga memikirkan ekonomi masyarakat sebagai dampak yang sudah mulai dirasakan.

Jika memang anggaran menjadi alasan sambungnya, di tengah pemerintah pusat membuka keran penggunaan anggaran melalui Inpres nomor 4 tahun 2020 yang memberikan kelonggaran bertanggungjawab untuk menggunakan anggaran dalam penanganan virus corona.

“Kami tidak melihat keseriusan Bupati dalam penanganan virus ini. Ini masalah besar, virus ini berbahaya dan menyangkut nyawa manusia. Jadi jangan main-main dengan penanganannya,” tegas Ardiwin dengan nada kesal.

Para wakil rakyat itu di ujung pernyataan meminta Bupati serius, bila perlu pangkas sejumlah penganggaran yang ada, termasuk anggaran pembangunan Masjid yang puluhan miliar ini.

“Membangun tempat ibadah wajib, tapi saat ini nyawa manusia sedang dalam ancaman,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru