Ketua STIE Bima Lepas 8 Kelompok KKN

Kota Bima, Kahaba.- Setelah diberikan pembekalan, Ketua STIE Bima melepas ratusan mahasiswa Peserta KKN angkatan XVIII, Senin kemarin. Ratusan mahasiswa tersebut dibagi menjadi 8 kelompok.

Ketua STIE Bima saat melepas mahasiswa KKN. Foto: Ist

Adapun lokasi KKN STIE Bima tahun ini yaitu dibagi 4 Lokasi di Kabupaten Bima dan 4 lokasi di Kota Bima. Khusus di Kota Bima, tersebar di Kelurahan Oi Mbo Kelurahan Rasa Na’e Timur, Kelurahan Kendo Kecamatan Raba, Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda dan Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasa Na’e Barat.

“Sementara di Kabupaten Bima ditempatkan di Desa Maria Kecamatan Wawo, Desa Napa Kecamatan Ambalawi, Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo dan Desa Bajo Kecamatan Soromandi,” beber Herry Nurdin, Ketua Panitia KKN STIE Bima.

Untuk tahun ini kata dia, sengaja dipilih lokasi yang dekat dengan Kota Bima. Tentu berdasarkan pertimbangan potensi yang dimiliki wilayah atau daerah tersebut.

“Selain itu, kondisi Virus Corona juga jadi pertimbangan kita,” tuturnya.

Dalam amanat Ketua STIE Bima Firdaus mengatakan, KKN merupakan aplikasi dari tri dharma perguruan tinggi. Secara filosofi, KKN merupakan wadah bagi mahasiswa mengamalkan pengetahuan yang diperoleh selama di Kampus.

“Apa yang kita peroleh selama ini, sekarang lah kesempatan kita mengamalkan. Ketika kita punya ilmu, wajib hukumnya diamalkan,” tegasnya.

Menurut mantan Ketua HIPMI Kota Bima ini, Bima sesungguhnya punya potensi yang luar biasa. Sebut saja beberapa di antaranya adalah ikan teri dan bawang merah. Namun tidak banyak menguntungkan karena pengolahan dan pemasaran masih menggunakan cara tradisional.

Mahasiswa STIE foto bersama saat acara pelepasan. Foto: Ist

“Kita lihat potensi kita ikan teri misalnya, ketemunya potensi melimpah. Tapi bagaimana dengan pemasaran? Ini lah jadi PR kita bersama,” tuturnya.

“Atau bawang merah. Kita jual ke Brebes, disana diolah sedemikian rupa. Siapa tahu bawang gorengan kita makan di Bima ini adalah olahan dari Brebes yang berbahan dasar Bawang Merah Bima,” tambah pria kelahiran 1977 ini.

Untuk itu sambung Firdaus, mahasiswa dituntut untuk memiliki aktivitas dan inovasi. Sehingga potensi yang dimiliki masing-masing desa dapat dimaksimalkan.

“Contoh pada KKN tahun lalu, mahasiswa menghasilkan minyak kemiri. Awalnya kemiri dijual dengan harga murah, namun setelah diolah bernilai tinggi,” bebernya.

Dia berharap pada angkatan KKN tahun ini, lebih kreatif dan inovasi dalam menghasilkan produk. Termasuk juga membantu mahasiswa dalam menggali potensi wisata.

“Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga kehadiran kita memberikan manfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat,” pesannya.

Tidak hanya itu, pria yang lebih akrab dengan sapaan Fedo ini menitipkan pesan kepada peserta KKN agar menjaga nama baik kampus.

“Mari kita jaga nama baik kampus kita,” imbuhnya.

Sebagai informasi, bahwa peserta KKN dilengkapi surat keterangan sehat dan izin dari orang tuan. Hatimu dimaksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *