oleh

Soal Dana GU di Kelurahan Melayu, Camat Asakota: Hanya Miskomunikasi

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Pernyataan Lurah Melayu terkait tidak ada pencairan atau hangus dana Ganti Uang (GU) di bulan Mei, diklarifikasi Camat Asakota Suryadin didampingi Lurah Melayu Abdul Haris bersama tenaga kebersihan kelurahan setempat.  (Baca. Lurah Melayu Diduga Gelapkan Dana GU dan Sunat Insentif Petugas Kebersihan)

Camat Asakota Suryadin didampingi Lurah Melayu Abdul Haris. Foto: Eric

Suryadin menyampaikan, informasi yang disampaikan Lurah Melayu itu hanya miskomunikasi. Sebab saat agenda rapat seusai pencairan dana GU Lurah Melayu diwakilkan oleh pegawainya. Jadi informasi tersebut tidak disampaikan kembali ke lurah.  (Baca. Kata Lurah Melayu Dana GU Mei Tidak Ada, BPKAD Sampaikan Ada Pencairan)

“Ini hanya miskomunikasi, karena dana GU di bulan Mei itu ada seperti yang disampaikan oleh DPPKAD, dan nilainya lebih dari Rp 70 juta,” ungkapnya, kemarin. (Baca. Dana GU Bulan Mei di Kecamatan Asakota Cair Rp 70 Juta)

Ia juga meluruskan pernyataan yang disampaikan BPPKAD jika pihaknya telah mendapatkan pencairan GU sebanyak 7 kali. Karena sampai saat ini pencairannya baru sebanyak 6 kali.

Kemudian penggunaan dana GU Rp 70 juta untuk keperluan pembayaran insentif honorer setiap kelurahan, kemudian honor pengelola keuangan dan kebutuhan program pemerintah kecamatan setempat.

“Untuk pembayaran insentif ini untuk 12 tenaga honorer pada 6 kelurahan, serta 3 orang yang bekerja di pemerintah kecamatan, sehingga total 15 orang dan ini telah terbayarkan semua. Begitu pula dengan honor pengelola keuangan serta kebutuhan operasional kantor setempat telah dibayarkan, dan laporan penggunaan dana telah disampaikan kepada BPPKAD,” katanya.

Suryadin juga membantah terkait dugaan pemotongan insentif tenaga kebersihan. Karena berdasarkan hasil rapat bersama, insentif senilai Rp 750 ribu tersebut hanya diberikan Rp 500 ribu. Sedangkan sisanya, dibayarkan kepada pegawai honor lainnya yang sampai saat ini belum sekalipun menerima insentif.

“Ini bentuk kebersamaan saja dan pegawai honor juga ikhlas, jadi sudah tidak ada masalah,” tandasnya.

Sementara itu Lurah Melayu Abdul Haris mengakui kekeliruannya menyampaikan pernyataan. Ke depan akan memperbaiki dan membenahi sistem pemerintahan di Kelurahan Melayu. Terutama meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, terutama pembayaran honor dan lainnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru