oleh

UKM STIE Bima Biru 09 Sukses Pentas Tunggal Lakon Perang Ngali 1908

Kota Bima, Kahaba.- Pentas Tunggal Lakon Peran Ngali 1908 Sukses digelar UKM Biru 09 STIE Bima. Kegiatan yang dipusatkan di Audotorium STIE Bima itu diadakan selama dua hari Sabtu mulai Minggu (26-27/2).

UKM STIE Bima Biru 09 Sukses Pentas Tunggal Lakon Perang Ngali 1908
Pementasan Tunggal Lakon Perang Ngali 1908. Foto: Ist

Ketua UKM Biru 09 STIE Bima Yogi Ariyanto mengatakan, kegiatan tersebut mendapatkan respon baik dari para peserta yang hadir.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Peserta yang datang juga luar biasa antusiasnya. Kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada bang Bangkit selaku sutradara,” ujar Yogi, Senin (1/3).

Kegiatan tersebut kata Yogi dihelat untuk mengenalkan sejarah perjuangan masyarakat Bima melawan penjajah. Salah satunya adalah perjuangan masyarakat Ngali.

“Kita memiliki sejarah perjuangan melawan penjajahan, salah satunya yang sangat terkenal adalah perjuangan masyarakat Ngali pada 1908,” katanya.

Diakui Yogi, kegiatan ini dibuka untuk umum. Mulai dari siswa, mahasiswa dan masyarakat umum yang ada di Kota, kabupaten Bima dan Dompu.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua III, Bidang Kemahasiswaan STIE Bima, Muhajirin. Dia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata. Namun juga menjadi refleksi perjuangan bagi generasi muda Bima, bahwa Bima adalah tempat para kesatria hebat.

UKM STIE Bima Biru 09 Sukses Pentas Tunggal Lakon Perang Ngali 1908
UKM Biru 09 STIE Bima foto bersama di panggung pementasan. Foto: Ist

“Selain Perang Ngali, kita kenal juga dengan Perang Dena, Perang Kala dan lainnya. Ini menandakan bahwa setiap sudut wilayah Bima melahirkan para kesatria hebat,” tegas pria asal Desa Kombo Kecamatan Wawo ini.

Pada Kesempatan yang sama, Ketua STIE Bima, Firdaus juga berharap masyarakat Bima terus bangkit menjadi kesatria hebat sebagaimana warisan para pendahulu. Tidak terkecuali juga di bidang ekonomi. Sifat kesatria dan petarung harus mampu ditumbuhkan pada masa pendemik Covid 19 ini.

“Saya berharap, kita bisa menjadi kesatria dalam segala bidang, termasuk bidang ekonomi. Lebih-lebih pada masa pandemi Covid-19 ini yang masih tidak menentu. Kita harus mampu menjadi solusi dalam kebangkitan ekonomi, khususnya di Bima, baik kota maupun kabupaten,” tuturnya.

Kegiatan tersebut digelar dengan mengedepankan standar protokol kesehatan secara ketat. Panitia penyelenggara menyediakan tempat cucian tangan, melakukan pengecekan suhu badan di pintu masuk STIE Bima, dan lain-lain. Hal itu sebagai upaya agar masyarakat Bima tetap terhindar dari wabah Corona ini.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru