Hukum & KriminalKabar Kota Bima

Keributan Saat Sepakbola Mini, Pemuda Penaraga Ditahan, Warga Blokir Jalan

1748
×

Keributan Saat Sepakbola Mini, Pemuda Penaraga Ditahan, Warga Blokir Jalan

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Imbas penahanan seorang pemuda asal Kelurahan Penaraga, warga setempat memblokir jalan menuntut pemuda tersebut segera dibebaskan, Senin (5/12) sekitar pukul 17.00 Wita.

Keributan Saat Sepakbola Mini, Pemuda Penaraga Ditahan, Warga Blokir Jalan - Kabar Harian Bima
Blokir jalan di Penaraga akibat keributan saat pertandingan sepakbola. Foto: Deno

Kapolsek Rastim IPTU Suratno menyampaikan, blokir jalan tersebut karena adanya seorang pemuda Kelurahan Penaraga yang diamankan personil Polres Bima Kota, lantaran diduga pelaku penganiayaan terhadap warga Desa Panda Kabupaten Bima.

Keributan Saat Sepakbola Mini, Pemuda Penaraga Ditahan, Warga Blokir Jalan - Kabar Harian Bima

Perkelahian itu terjadi saat pertandingan sepak bola mini di Kelurahan Penaraga antara club Desa Panda melawan club dari Kelurahan Penaraga pada laga semi final, Jumat (2/12).

Warga kemudian memblokir jalan mulai sore, upaya komunikasi untuk memberikan pemahaman terhadap warga terus dilakukan bersama anggota TNI.

“Warga meminta pemuda itu segera dibebaskan,” ujarnya.

Karena semakin banyak warga menutup jalan kata Suratno, anggota Polres Bima Kota dari berbagai satuan pun diturunkan ke lokasi, guna meminta warga segera masuk dalam kampung.

Upayakan komunikasi pun terus dilakukan, agar warga tidak berada di jalan raya karena menggangu aktivitas warga lain yang menggunakan jalan umum tersebut.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Kelurahan Penaraga Iwan meminta agar pemuda tersebut segera dibebaskan, karena pelaku keributan itu bukan satu orang, tapi banyak.

Saat pertandingan itu diakuinya, banyak warga dari berbagai kelurahan yang datang menonton, sehingga perkelahian massal.

Selain itu, Iwan juga berupaya menenangkan warga, namun upayanya sia-sia. Karena warga setempat ngotot pemuda yang diamankan tersebut segera dibebaskan.

“Inikan bukan perkelahian secara personal, tapi ini keributan massal, artinya banyak orang yang terlibat,” pungkasnya.

*Kahaba-05